Kamis, 30 April 2020

FUNGSI PEMETAAN DALAM PENILAIAN

FUNGSI PEMETAAN DALAM PENILAIAN

Kita mengenal ada tiga kompetensi penilaian dalam Kurikulum 2013, yakni :
penilaian sikap, pengetahuan, dan ketrampilan.
Prosedur apa saja yang dilakukan dalam melakukan ketiga penilaian tersebut?.

Dalam banyak kegiatan penilaian ..
Prosedur penilain sering terabaikan.

Dalam penilaian kita mengenal istilah teknik, instrumen, dan prosedur penilaian.

Teknik penilaian adalah cara atau metode yang digunakan untuk memperoleh informasi proses dan hasil pembelajaran.

Instrumen penilaian adalah alat bantu untuk mengumpulkan data atau informasi

Contoh pada 3 kompetensi penilaian sikap, pengetahuan, dan ketrampilan.




Prosedur penilaian adalah langkah atau tahapan dalam penilaian.

Ketiga kompetensi penilaian (sikap, pengetahuan, ketrampilan) tersebut memiliki prosedur berikut
1) perencanaan;
2) pelaksanaan; dan
3) pengolahan hasil penilaian.

Prosedur Penilaian Sikap


Prosedur Penilaian Pengetahuan






 Prosedur Penilaian Ketrampilan


Pada tabel-tabel tersebut terutama pada prosedur perencanaan penilaian pengetahuan dan ketrampilan. Dalam perencanaan penilaian pengetahuan disebutkan unsur-unsur antara lain:
1) menentukan prota dan prosem;
2) membuat pemetaan KD;
3) menetapkan KKM;
4) menentukan teknik/bentuk dan
5) membuat instrument penilaian,
sedangkan dalam perencanaan penilaian ketrampilan hanya beda satu unsur yakni tidak terdapat penentuan prota dan prosem

Karena saya akan menjelaskan fungsi pemetaan KD dalam penilaian, olehnya saya harus mulai dari menjelaskan prosedur penilaian

Dari tabel-tabel tersebut jelas terlihat bahwa pemetaan KD terdapat pada prosedur perencanaan penilaian KI 3/pengetahuan dan KI 4/ketrampilan

Nah, berikut saya akan membahas satu per satu fungsi pemetaan KD dalam penilaian

Yang pertama,
melalui pemetaan KD, kita bisa menentukan teknik penilaian yang sesuai.

Untuk KD Pengetahuan bisa menggunakan tes tertulis, lisan, atau penugasan (proyek/produk).

Untuk KD Ketrampilan bisa memilih teknik kinerja, proyek, atau portofolio

Yang kedua,
dengan membaca pemetaan KD, kita bisa mengetahui bunyi KDnya sebagai dasar perumusan indikator soal dalam kisi-kisi soal

Nah apakah setiap KD hrs ketiga2 nya kita gunakan dlm penilaian nya?

Untuk menentukan teknik penilaian tidak harus digunakan semuanya .. kita harus menyesuaikan dengan bunyi KDnya

Contohnya KD Bahasa Indonesia .. membaca puisi karya sendiri

Dari KD itu, teknik penilaian yang cocok apa?

KD membaca puisi karya sendiri sebaiknya menggunakan 2 bentuk penilaian.
1) membaca puisinya dinilai dengan unjuk kerja sedangkan
2) puisi karya sendiri dinilai dengan portofolio

Yang ketiga,
masih berhubungan dengan kisi-kisi soal. Untuk memilih materi di dalam penyusunan kisi-kisi soal kita harus memperhatikan aspek UKRK (urgensi, kontinuitas, relevansi, dan keterpakaian)

Maksud urgensi adalah materi yang akan diujikan mutlak dikuasai peserta didik. Fokus kata mutlak ya, artinya kita tidak boleh mengujikan materi yang belum diajarkan.

Dimaknai kontinuitas jika materi lanjutan  atau pendalaman materi dari  yang sebelumnya pernah  dipelajari dalam jenjang  yang sama maupun  antarjenjang.

Maksud relevansi adalah materi yang dipilih  sangat diperlukan  untuk mempelajari  atau memahami  bidang lain.

Yang terakhir yakni keterpakaian. Ini artinya materi memiliki daya  terap dan nilai guna  yang tinggi dalam  kehidupan sehari-hari.

Berikut contoh tabel Pemetaan KD

Melalui tabel pemetaan KD tersebut, guru sangat terbantu dalam menentukan UKRK.

1.  Dengan melihat pemetaan KD, Guru langsung dapat menentukan materi yang harus dikuasai siswa (urgensi). Dalam penyusunan kisi-kisi soal, tentunya guru tidak boleh mengambil KD yang tidak ada pada tabel.

2.  Melalui pemetaan KD, Guru bisa menentukan materi yang bersifat kontinuitas dari banyaknya centang pada masing-masing KD. KD yang centangnya banyak menandakan materinya luas dan dalam. Contohnya KD 3.3 Bahasa Indonesia, dalam satu tema diajarkan sampai 10 kali pembelajaran.

3.  Banyaknya centang pada Muatan Pelajaran dan KD menunjukan seringnya Muatan Pelajaran dan KD tersebut diajarkan. Ini juga bisa diartikan bahwa materi muatan pelajaran dan KD tersebut memiliki aspek relevansi dibanding muatan pelajaran dan KD lainnya. Pada tabel pemetaan KD dapat dilihat Bahasa Indonesia levan terutama pada KD 3.3

4.  Jika dianggap paling relevan, otomatis memiliki daya terap dan dan nilai guna yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari (keterpakaian).

Fungsi pemetaan KD dalam penilaian yang keempat ini biasanya sering terlupakan.

Pemetaan KD membantu dalam menentukan prosentase/jumlah soal tiap-tiap KD. Contohnya. Jika kita akan membuat kisi dan soal PH Bahasa Indonesia pada Tema 1, prosentase/jumlah kisi dan soal KD 3.3 harus lebih banyak dari KD 3.4/KD 3.2

Cara menghitungnya sebagai berikut:
1.  Tentukan jumlah soal yang akan dibuat (misal 20 soal terdiri dari 15 soal PG dan 5 uraian)
2.  Hitung banyaknya pembelajaran dalam masing-masing KD.
a.  KD 3.2 = 3 kali pembelajaran/tema
b.  KD 3.3 = 10 kali pembelajaran/tema
c.  KD 3.4 = 6 kali pembelajaran/tema

3.  Hitung jumlah keseluruhan pertemuan muatan pembelajaran (Bahasa Indonesia) dalam 1 tema
Pembelajaran KD 3.2 + 3.3 + 3.4 = 19 kali pembelajaran/tema

Hitung prosentase/jumlah soal masing-masing KD dengan rumus

∑ soal per KD =
(∑▒〖Pertemuan 1 KD 〗)/(∑▒〖Pertemuan seluruh KD〗) x ∑ soal yang akan dibuat



Dalam banyak kegiatan penyusunan soal, sering dijumpai fungsi pemetaan KD yg keempat terabaikan

Sekarang pertanyaannya .. sudahkan semua membuat pemetaan KD?

Kalau jawaban belom membuat pemetaan KD berarti salah satu syarat perencanaan penilaian terabaikan

Sekarang dengan jumlah soal yang sama 20 soal ..
Mari buat prosentase/jumlah soal masing-masing KD Matematika  (silahkan lihat pemetaan di atas)

Dari tabel pemetaan KD dapat dilihat

Matematika memiliki 2 KD yakni
KD 3.1 dan KD 3.2

KD 3.1 memiliki 2 kali pertemuan,
KD 3.2 juga 2 kali pertemuan

Sehingga kalo jumlah soalnya 20 maka:

KD 3.1 = 2/4 x 20 = 10

Sama dengan KD 3.2
(Nb. 4 itu banyak pembelajaran KD 3.1 + KD 3.2 pd Matematika)






Simpulan:
1.  Prosedur penilaian terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengolahan
2.  Pemetaan KD masuk dalam prosedur perencanaan Penilaian Kompetensi Pengetahuan dan Ketrampilan
3.  Pemetaan KD berfungsi membantu guru dalam:
a.  Menetapkan teknik penilaian
b.  Merumuskan Indikator soal
c.  Memilih materi sesuai aspek UKRK dalam penyusunan kisi-kisi soal
d.  Menghitung prosentase/jumlah soal masing-masing KD dalam 1 tema atau mutan pelajaran

πŸ¦‹πŸŒΊπŸŒΊπŸŒΌπŸŒΌπŸŒΉπŸŒΌπŸŒΌπŸŒΊπŸŒΊπŸ¦‹
Demikian sharing yang bisa saya berikan.

Semoga materi yang disampaikan sore ini semakin menambah semangat kita dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai pendidik πŸ™
πŸ¦‹πŸŒΊπŸŒΊπŸŒΌπŸŒΌπŸŒΉπŸŒΌπŸŒΌπŸŒΊπŸŒΊπŸ¦‹

#Dikol_ggdn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar