Belajar Memahami Kebutuhan Anak
Di era pandemi atau di masa normal semua orang membutuhkan kemampuan berkomunikasi. Berkomunikasi dengan tujuan apa pun itu. Terlebih, orang tua di rumah dan guru di sekolah. Yang mana komunikasi tersebut bertujuan untuk menyampaikan hal baru. Baik itu tentang pengetahuan, keterampilan dan moral.
Guru dan orang tua sering kali mengalami hambatan dalam komunikasi. Sering kali hambatan tersebut terjadi karena ketidak tahuan guru dan orang tua akan kebutuhan anak. Kebutuhan ini merupakan hal yang sangat penting dan harus dipenuhi. Hingga menjadi keharusan untuk diketahui dan dipahami bersama.
Bila kebutuhan ini terpenuhi dengan baik. Maka akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan pengetahuan, kemampuan serta kerakter anak. Dan sebaliknya bila kebutuhan ini tidak terpenuhi dengan baik maka yang terjadi adalah tindak kekerasan yang amat sangat samar.
Namun kekerasaan yang amat sangat samar ini begitu berpengaruh untuk perkembangan pengetahuan kemampuan dan karakter anak. Dan sangat berbekas pada anak. Bahkan menjadi tolak ukur anak berintraksi serta berkomikasi dengan yang lain. Oleh karena itu sebagai Orang tua atau Guru kita wajib mengetahui dan memahaminya.
Lima Hierarki Kebutuhan
Menurut Maslow dalam hiraki kebutuhan. Kebutuhan yang lebih dasar harus terpenuh untuk kemudian memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang ada diatasnya. Manusia tidak akan memenuhi kebutuhan yang ada di atasnya sebelum kebutuhan yang di bawahnya terpenuhi. Adapun susunan hirarki kebutuhan tersebut sebagai berikut. Sesuai dengan tingkatan priotitas.
- Kebutuhan Fisiologi
Kebutuhan fisiologi adalah kebutuhan yang sangat dasar dan paling penting untuk dipenuhi. Kebutuhan ini mencakup makan, minum, tidur (istirahat), bernafas. Keempatnya harus dipenuhi minimal cukup.Keempat kebutuhan ini sangat penting. Dalam proses komunikasi dan belajar. Orang tua atau guru harus memperhatikan kebutuhan ini. Terutama makan, minum dan istirahat.
Anak yang belajar dalam kondisi lapar dan harus tentu konsentrasinya menurun. Maka sebelum memulai pelajaran orang tua atau guru harus memastikan kebutuhan ini terpenuhi.Sering kali orang tua abai akan kebutuhan ini dan mengesampikan. Misalnya sarapan. Kaeran kebisukan orang tua di rumah. Anak sering memulai pelajaran dengan perut kosong. Dan menunggu waktu istirahat untuk makan atau jajan di kantin.
Kesalahan selanjutnya sering dilakukan oleh guru. Guru sering kali melarang muridnya minum dikala belajar. Hal tersebut dilakukan karena dianggap tidak sopan. Namun jika anak menahan haus saat belajar tentu konsentrasinya akan hancur.
Tidur atau beristirahat tak kalah pentingnya. Jam tidur mempengaruhi semangat belajar anak. Jika anak sudah dibiarkan tidur larut malam untuk menonton sinetron tivi. Sangat tidak masuk akal jika orang tua meminta anak untuk berprestasi tinggi.
- Aman dan Nyaman
Rasa aman dan nyaman menjadi kebuthan kedua yang harus dipenuhi setelah kebutuhan fisiologi. Rasa aman dan nyaman ini dihasilkan karena ia tahu apa yang dibutuhkan akan terpernuhi. Selain itu ia juga tahu bahaa fisiknya aman, orang-orang tempat ia bergantung dapat diandalkan. Kestabilan hidup misalnya tidak ada yang tidak ia ketahui disekitarnya, semua sesuai rencananya. Dan mendapatkan perlindungan.
Selain itu ia juga terlepas dari ancama fisik. Terbebas dari terror (ancama yang tidak diketahui waktu dan asalnya) dan rasa takut. Terhidar dari penyakit atau rasa sakit dan bencana. Yang kesemuanya itu perlu dipenuhi.
Dalam praktik keseharinnya sering kali berlawanan. Atas anggapan yang salah yaitu untuk pelajaran, orang atau guru melakukan intimidasi (penekanan) fisik. Misalnya mencubit, jewer dan lainnya Ketika anak melakukan kesalahan. Yang tentu dengan kesemua itu anak hilang rasa amannya. Ia tidak dapat menggantungkan rasa aman pada lingkungannya.
Alih-alih mendorong prestasi anak atau siswa. Dan menjadikan sebuah pelajaran. Sebuah hukuman yang bukan lahir dari kesepakatan anak dan orang tua atau siswa dan guru akan menjadi sebuah terror dan mengancam kestabilan (sesuatu yang diluar rencana atau prediksi). Lalu melahirkan rasa takut atau abai (tidak peduli) bahkan perlawanan.
- Rasa Memiliki dan Kasih Sayang
Rasa memiliki didapat dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, saudara, sabahat, teman, dan sebagainya. Rasa memilikipun hadir sebagai wujud dari mempertahankan sesuatu yang dianggap penting. Seperti keluarga dan lainya. Dan rasa kasih sayang lahir dari rasa dilindungi, dipenuhi, dan diperhatikan. Kesemua memiliki keterkaitan.
Dikehidupan nyata banyak kita jumpai anak yang “nakal” yang untuk mencari kasih sayang dan perhatian. Wujud dari kasih sayang adalah perhatian. Perhatian terkecil dan termudah adalah menyapa. Menanyakan kabar, perasaan dan apa yang telah dilakukan. Tentu dengan intonasi yang tepat. Dengan begitu akan mengikat emosioal anak bahwa ada yang mengawasi dan melindungi dirinya dari ancaman. Dan ini berkaitan dengan kebutuhan yang keempat yaitu kebutuhan harga diri.
- Harga Diri
Mungkin jarang sekali kita dengar kebutuhan harga diri. Tapi nyatakan kebutuhan ini juga penting untuk dipenuhi. Kebutuhan harga diri meliputi pengakuan keberadaan diri dan kehormatan diri, status, perhatian dan reputasi diri di hadapan orang lain.
Banyak kenakalan remaja dimulai dari motif pengakuan keberadaan diri, kehormatan, reputasi dan perhatian. Missal contoh kasusnya adalah tawuran dan bullying. Dimana tawuran sering terjadi karena motif keberadaan diri, kehormatan dan reputasi. Adanya paradigma sesat dikalangan anak remaja yang beranggapan dianggap “berani atau keren” jika ikut tawuran. Padahal tidak!.
Sementara bullying adalah kebalikannya. Dimana korban bullying adalah mereka yang terampas kehormatannya, tidak mendapat pengakuan sosial dari lingkungannya. Kesemua ini dapat dicegah bila ada pelurusan makna. Orang dewasa di sekitarnya harus mencontohkan bagaimana cara menghargai yang lain.
Mencontohkan bahwa setiap manusia memiliki hak yang sama. Dan tidak ada yang boleh merampas hak individu yang berbeda dengan kita. Bahwa orang yang berani dan keren adalah mereka yang berpretasi dalam hal-hal positif bukan negartif. Dan bullying adalah salah satu motif kejahatan sosial yang harus dihindari.
- Aktualisasi Diri
Kebutuhan yang terakhir dan menjadi puncak piramida kebutuhan adalah kebutuhan Mengaktualisasi diri. Aktulisasi diri artinya mengembangkan diri sesuai dengan kemampuan, kemauan dan perkembangan zaman. Menurut Maslow kebutuhan ini yang dimiliki manusia untuk terlibat aktif pada apa yang ia senangi dan ia minati.
Jika kebutuhan aktualisasi diri tidak terpenuh. Maka anak tidak dapat mengembangkan potensi diri dengan maksimal. Lebih dari itu, akan tidak memiliki kepercaya dirian untuk hidup bersosial. Dan ini akan menjadi sangat mengkhawatirkan. Jika anak lebih cendurng memiliki menutupi gagasan-gagasanya serta kemampuannya dibanding menungkapnya.
Maka jika kita sudah memahami ulasan singkat tentang multiple intelligence Maka dapatlah kita ketahui tentang ragam kecerdasan yang dimiliki anak. Dan sebagai guru dan orang tua yang baik, tentu kita harus memfasiltasi dan mengarahkan untuk pengembangan kecerdasan anak yang beragam tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar