Minggu, 29 Desember 2019

Pengembangan SDM

Paradigma pengembangan SDM

๐Ÿ”Ž Paradigma
Satu set asumsi, konsep, nilai-nilai dan praktik, serta cara pandang realitis dalam disiplin ilmu.

Bapak-Ibu mungkin akan menemukan definisi yang lain saat membuka referensi yang Bapak-Ibu miliki.

Paradigma biasanya digunakan sebagai landasan/pijakan berpikir seseorang dalam memandang dunia.

Paradigma juga adalah sebagai jalur berpikir dalam menyelesaikan masalah yang ada.

Biasanya Paradigma membantu untuk menentukan dari sisi mana suatu masalah dikaji, sehingga tidak terjadi bias dalam proses penelitian yang akan dilakukan selanjutnya.

Saat kita membicarakan mengenai Paradigma Perubahan SDM, maka tentunya kita akan membandingkan antara hal satu dengan yang lain.

Dan dalam hal ini kita akan mencoba membandingkan mengenai paradigma lama pengembangan SDM dan paradigma barunya.

๐ŸŒฟ๐ŸŒธParadigma Lama
Pengembangan SDM ๐ŸŒธ๐ŸŒฟ

↪pengembangan SDM tidak dianggap mampu meningkatkan nilai dan kesuksesan organisasi.
↪SDM bukan merupakan faktor penting dalam budaya kompetitif organisasi.
↪SDM hanyalah sebagai faktor produksi, seperti mesin dan modal kerja.

๐ŸŒฟ๐ŸŒธParadigma Baru
Pengembangan SDM๐ŸŒธ๐ŸŒฟ

↪Berubahnya lingkungan bisnis yang diakibatkan oleh perubahan teknologi serta dampak globalisasi, mengharuskan manajemen SDM untuk merubah perannya agar memiliki fungsi yang lebih strategis dalam organisasi.
↪Perubahannya adalah bukan lagi melayani manajemen fungsional yang lain dalam organisasi tetapi bekerja sama untuk membuat perencanaan secara terpadu yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
↪Organisasi yang melakukan pelatihan dan pengembangan SDM mampu memberikan kinerja terbaik dibandingkan dengan organisasi yang tidak melakukan program tersebut.

Berikut adalah Tabel Pergeseran Paradigma Pengembangan SDM

๐Ÿ‘‡

Ada beberapa pimpinan yang masih lebih banyak melakukan hal-hal yang terkait dengan Paradigma Lama dalam tabel di atas.

Bisa jadi dilakukan dengan sengaja ataupun tidak sengaja.

Naah ... saat ini kita akan lebih fokus pada pengembangan SDM yang terjadi di masa-masa sekarang ini.

Sistem pengembangan SDM yang memang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan zaman.

๐ŸŒฟ๐ŸŒธPendekatan Pengembangan SDM
sebagai Paradigma Baru๐ŸŒธ๐ŸŒฟ

1. Revolusi komputer, sistem informasi, dan era digital.
2. Pendidikan.
3. Meningkatkan internasionalisasi & bisnis yang kompetitif.
4. Transformasi tenaga kerja dan pekerjaan yang mengandalkan tenaga dan pengetahuan.
5. Penempatan kembali kursus dan seminar sesuai dengan paradigma baru.
6. Meningkatkan kecanggihan dan kepekaan konsumen terhadap gaya perilaku atau produk yang sedang trendy.
7. Meningkatkan interdepedensi antara sektor publik & swasta (kemitraan/aliansi).
8. Meningkatkan hubungan yang saling menguntungkan.

๐ŸŒฟ๐ŸŒธTantangan Pengembangan SDM๐ŸŒธ๐ŸŒฟ

1. Produktivitas karyawan
2. Keterikatan karyawan
3. Biaya investasi sdm
4. Peraturan dan regulasi
5. Perkembangan usaha

๐Ÿ”ถ Produktivitas Karyawan

Pendekatan pengukuran terhadap nilai produktivitas sendiri menjadi dasar dalam pengembangan dan pengelolaan organisasi.

๐Ÿ”ถ Keterikatan karyawan

Menetapkan asas keterikatan karyawan dengan organisasi juga menjadi suatu kekuatan yang dapat membangun orgnisasi serta memastikan atas ukuran dari keterikatan karyawan dan metode, tata cara terkait dengan program keterikatan karyawan yang ditetapkan dalam organisasi.

๐Ÿ”ถ Biaya investasi SDM

Proses investasi atas SDM itu sendiri menjadi tantangan yang penting dan strategi dalam organisasi. Bagaimana mengembangkan program pengembangan SDM menjadi suatu proses investasi yang menguntungkan.

๐Ÿ”ถ Peraturan dan regulasi

Faktor-faktor eksternal yang dapat menjadi tantangan adalah penetapan terhadap persyaratan terkait dengan pengupahan ataupun persyaratan atas penetapan peraturan lainnya yang terkait dengan sistem perburuhan. Ketidakparalelan atas dampak regulasi dengan nilai produktivitas menjadi suatu hal yang perlu dipertimbangankan organisasi.

๐Ÿ”ถ Perkembangan usaha

Dalam sisi manajemen SDM, proses pengembangan usaha terkadang memakan waktu yang lebih cepat dan signifikan.

Contoh penerapan nya
Berkaitan dengan:
Produktivitas Karyawan

Pengukuran terhadap nilai produktivitas SDM bisa diadakan dengan berbagai cara.

Lembaga bisa mengadakan penilaian kinerja karyawan atau SDM secara kontinue.
Dan ini bisa disertai dengan pemberian reward.
Seperti "Teacher of the Month", yang bisa diberikan untuk guru yang dinilai paling disiplin / aktif / kreatif

Berkaitan dengan:
Keterikatan karyawan

Organisasi atau lembaga bisa mengeluarkan peraturan lembaga untuk mempertahankan SDM nya.
Biasanya terjadi di lembaga swasta (pemerintah juga punya).

Biasanya dengan kerja dengan ikatan kontrak.
Dan saran saya, sebelum menerima sebuah pekerjaan dengan kontrak di awal, Bapak-Ibu baca baik-baik kontraknya ๐Ÿ˜‰

Berkaitan dengan:
Biaya investasi SDM

Investasi SDM bisa dilakukan dalam berbagai cara.

Saat dikirim untuk mengikuti Diklat/seminar/pelatihan, itu adalah proses penanaman investasi.

Ada beberapa lembaga pendidikan yang sampai berani menyekolahkan (memberi beasiswa) kaseknya atau SDM nya sampai S2, S3 ...
Biasanya diberikan pada SDM yang sudah jelas loyalitasnya.
Atau diberikan dengan perjanjian di awal bahwa SDM atau karyawan tsb akan stay di organisasi minimal dalam beberapa tahun ke depan.

Berkaitan dengan:
Peraturan dan regulasi

Organisasi atau lembaga memang berhak menentukan aturan organisasi, namun tidak bisa lepas dari aturan atau regulasi pemerintah.

Contoh konkrit, penggajian guru baru di sebuah sekolah swasta.
Tidak bisa semaunya sendiri.
Tetap harus mengikuti aturan pemerintah.

Berkaitan dengan:
Perkembangan usaha

Perkembangan usaha yang dikaitkan dengan SDM bisa dilaksanakan secara instan (lebih cepat) oleh organisasi atau lembaga pendidikan.

Bisa dilihat bahwa terkadang lembaga membuka lowongan langsung untuk menempati posisi kepala sekolah atau koordinator atau manajer atau jabatan pimpinan yang lain, dengan kualifikasi pendidikan yang di atas rata-rata.


Bagaimana jika di tengah jalan SDM nya malah membatalkan kontrak dgn alasan tdk bisa menyesuaikan diri dgn sistem kerja yg baru ?

Biasanya hal seperti ini sudah diantisipasi di awal perekrutan. ๐Ÿ˜€

Antisipasi bisa melalui beberapa hal, antara lain:
➡ pengadaan sistem training.
Biasanya selama 3 bulan.
Dalam masa training, kedua belah pihak bisa saling mempelajari.
Pelamar / karyawan baru nya juga bisa memutuskan untuk tidak jadi bekerja apabila sikon di lembaga tsb tidak cocok dengannya.
Gaji karyawan training biasanya tidak banyak atau belum dalam jumlah gaji karyawan yang sudah lepas training.

➡ dengan sistem pinalti
Ini adalah sistem membayar denda apabila karyawan keluar dari waktu kontrak kerja yang telah ditetapkan.

Ada banyak cara yang lain

Tapi memang hal-hal seperti ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan organisasi atau lembaga tsb.

Memang kenyataannya sangat tidak nyaman saat ada karyawan yang keluar masuk.
Apalagi di sebuah lembaga pendidikan.

Saya pribadi merasa, klo guru keluar dari sekolah di tengah semester, yang paling riskan adalah kondisi peserta didiknya.

Yang bisa dilakukan agar keterikatan SDM dikuatkan kembali?

Apabila Bapak-Ibu menjadi pimpinan di sebuah sekolah atau lembaga pendidikan, manakah yang lebih Bapak-Ibu pilih dalam pengembangan SDM nya, pilih salah satu beserta alasannya ๐Ÿ˜€

A. Lebih memilih meningkatkan SDM senior yang ada.

B. Lebih memilih mempekerjakan SDM kompeten dari luar untuk mendongkrak pengambangan SDM yang ada di dalam.

C. Mendatangkan trainer untuk mengembangkan SDM sekolah.

Pilihannya mirip-mirip ya, Bapak-Ibu ... semuanya baik dan pasti ada imbas baiknya bagi sekolah.

Menurut Bapak-Ibu, mana yang paling baik untuk dilakukan? ๐Ÿ˜€
Ada banyak hal yang bisa dilakukan ...

Antara lain:
*pimpinan harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan anggotanya
*pengembangan team buiding sekolah
...

Yang pasti klo mau SDM berkembang dan loyal, manajemen sekolah harus diperbaiki sehingga semua orang nyaman. ๐Ÿ’•

Ada banyak hal yang bisa dilakukan, Pak ...

Antara lain:
*pimpinan harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan anggotanya
*pengembangan team buiding sekolah
...

Yang pasti klo mau SDM berkembang dan loyal, manajemen sekolah harus diperbaiki sehingga semua orang nyaman. ๐Ÿ’•
Ada jg masalah ketersinggungan dgn pimpinan yg menyebabkan SDM tidak profesional. Sengaja berulah, krn menganggap pimpinannya juga tidak profesional. Padahal ini hanya asumsinya. Bagaimana menurut ibu, menetralkan kondisi seperti ini?

Saya akan memilih yang A.
Alasannya jika SDM guru yang ada di sekolah ditinggalkan, dia akan mudah menularkan kemampuannya pada guru lain, karena setiap hari bisa saling berbagi. Saling mengisi. Akan lebih bermanfaat untuk meningkatkan yang sudah ada, daripada harus mengambil dari luar yang sifatnya hanya sesaat. Boleh saja mengambil dari luar, tapi hanya untuk melatih yang sudah ada agar bisa meningkatkan dirinya.

Ya ... saya beberapa kali melihat.
Benar ... biasanya karena sang anggota merasa lebih paham dan atau sang pimpinan merasa selalu benar.

Kita mengenal adanya struktur organisasi.
Dan yang duduk di level pimpinan memang seharusnya tidak hanya 1 orang. Karena nantinya yang ada jadi sistem kepemimpinan otoriter.

Oh ... maksud saya bukan lalu ketuanya 2 orang atau lebih.

Bukan.
Melainkan sistem kepemimpinan berlapis.

Contoh:
Ketua yayasan

Koordinator sekolah

Kepala sekolah

Wakil kepala sekolah

Misalnya seperti ini.
Jadi apabila ada permasalahan dari personal pimpinannya, pimpinan yang lain atau yang lebih tinggi bisa mengingatkan.

Dan biasanya meskipun ketua yayasan adalah pimpinan tertinggi, maka sebelum keputusan terjadi, beliau akan meminta tanggapan dari pimpinan-pimpinan lain yang ada di bawahnya.

Kesalahan dari level pimpinan bisa diselesaikan dengan itu.

Sedangkan dari anggota,
Apabila ada anggota yang merasa lebih tau, kita bisa memintanya untuk mengungkapkan pendapatnya.

Hmm ... yang pasti apabila terjadi ketidakprofesionalan karena faktor ketidaknyamanan,
Memang harus difasilitaori dengan bijak.
Jika tidak, organisasi bisa saja kehilangan orang-orang terbaiknya ๐Ÿ˜€

Harapannya, apabila skill sudah meningkat, karyawan yang telah dikembangkan skillnya tersebut MAU berbagi. ๐Ÿ˜€
Dan di sini peran pimpinan sangat penting.
Jangan sampai ilmu yang telah ditanamkan di SDM lama hanya berhenti di orang tersebut saja.

๐ŸŒฟ๐ŸŒธPengembangan SDM
Berbasis Kompetensi๐ŸŒธ๐ŸŒฟ

1. Memungkinkan karyawan untuk memusatkan perhatian  pada keterampilan, pengetahuan, dan karakteristik yang mempunyai dampak terbesar terhadap efektivitas kerja karyawan.

2. Memastikan bahwa kesempatan untuk melakukan pelatihan dan pengembangan berjalan selaras dengan sistem nilai dan strategi organisasi.

3. Memaksimalkan efektivitas waktu dan dana yang digunakan untuk melakukan pelatihan dan pengembangan.

4. Memberikan sebuah kerangka untuk melakukan proses  bimbingan dan pemberian umpan balik yang berkesinambungan.

Ada beberapa prinsip dalam berorganisasi yang saya pegang selama ini

๐Ÿ’Ž saat kita ingin menjadi pimpinan yang baik, maka kita harus terlebih dahulu harus mampu menjadi anggota yang baik.

๐Ÿ’Ž pimpinan memang tidak selamanya benar, namun saat melihat pimpinan kita melakukan kesalahan, mari kita ingatkan dengan cara yang baik dan benar, tanpa menjatuhkan wibawanya

๐Ÿ’Ž Bukan lingkungan baik yang membuat kita baik, tapi diri kita yang baiklah yang akan menjadikan lingkungan baik.
Tetaplah bermanfaat bagi orang lain.

๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’

"Pengembangan SDM berbasis kompetensi" ada 2 kata kunci manusia dan kompetensi. Merujuk uu guru dan dosen kompetensi ada 4 ( paedagogik, sosial, pengetahuan dan ketrampilan) ke 4 ranah tersebut diatas sebagai pimpinan memiliki kewajiban mengembangkannya. Apkah holistik bersamaan dikbangkan atau dipilah dipilih satu ranah ,satu ranah. ! Guru garda terdepan mesti memiliki ke 4 ranah tersebut. Bila ada salah satu saja tidak ada maka akan timbul masalah.

#dikol_GGDN

Rabu, 25 Desember 2019

Muhasabah

#Refleksi
_____________________
ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชู‡ُ
_____________________
PERINGATAN BUAT DIRI YANG LUPA TERMASUK SAYA
(Bacalah dengan mata dan hati)

Sahabat ... siapapun kita jahat ataupun baik, Sholat jangan ditinggalkan. Sholat bukan sebab kita baik. Sholat sebab perintah sang Kholiq, kita ini makhluk. Sholat kita adalah cermin kehidupan kita. Sholatlah, karena Allah menjanjikan rahmat, kebahagiaan, keberkahan hidup dan rezeki.

NABI Shallallahu 'alaihi wasallam tidak kagum dengan pangkat & kekayaan manusia. Jika tidak, sudah pasti gunung yang hendak ditukarkan emas tidak ditolak oleh Baginda.

Orang yang bekerja dengan baik tentu dapat bonus. Itulah masa hidup.
Kalau kita sudah mati,
Anak kita sholeh itu bonus,
Anak kita pandai baca Al Quran itu bonus.
Bisa sedekah semasa hidup itu bonus.
Diberi ilmu oleh Allah itu bonus.

Sehebat apapun kita, tetaplah akan mati.
Sehina apapun kita, tetaplah akan mati.
Takut semacam apapun kita dengan kematian, tetaplah akan mati.
Berani semacam apapun kita dengan kematian, tetaplah akan mati.
Sebahagia apapun kita dalam kehidupan ini, tetaplah akan mati.
Sesusah bagaimanapun kita dalam kehidupan ini, tetaplah akan mati.
Hakekat hidup di dunia ini adalah kematian di akhirnya.
Mati itu pasti.

Merenunglah disaat sendiri, ingat mati. Mati tidak membawa harta, mati meninggalkan pangkat kedudukan. Kita hanya berharap Rahmat Allah Subhanallahu wata'ala.

Sahabat ... teruslah melangkah, selama kita dijalan yang baik. Meski terkadang kebaikan tidak selalu dihargai. Jangan menjelaskan tentang diri kita kepada siapa pun, karena yang menyukai kita tidak perlu tahu tentang semua kebaikan yang kita lakukan. Dan yang membenci kita pun tidak percaya tentang kebaikan kita.

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi tentang siapa yang mau berbuat baik dan senantiasa memperbaiki diri. Kita bukan siapa-siapa untuk menilai siapa-siapa, matipun kita sendiri tidak dengan siapa-siapa.
______________________
Hati Yang Terbaik

Hati manusia itu bagaikan wadah, maka hati yang terbaik adalah hati yang dipenuhi dengan ilmu.⠀
ใ…คใ…ค⠀
Hati yang dipenuhi oleh pemahaman terhadap Alquran dan sunnah rasulullah ๏ทบ

Karena mereka yang memahami Al-Quran dan sunnah rasul-Nya adalah orang-orang yang dikehendaki oleh Allah ta'ala untuk memperoleh kebaikan sebagaimana sabda nabi ๏ทบ :
“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.”
(HR. Bukhari: 69 dan Muslim: 1719)

Jika Allah menghendaki seluruh kebaikan diberikan kepada seorang, maka Allah hanya akan memberikannya kepada para hamba-Nya yang Dia pahamkan terhadap agama-Nya.

Karena seluruh kebaikan hanya Allah berikan bagi orang-orang yang mau mempelajari dan mengkaji agama Allah ta'ala.⠀
ใ…คใ…ค⠀
Dari hadits di atas juga, kita dapat memahami bahwasanya mereka yang enggan mempelajari agama Allah, maka pada hakikatnya mereka tidak memperoleh kebaikan.
_________________________
Wanita itu adalah Ibu

Wanita itu, saat kecil dia membuka pintu Syurga untuk ayah bundanya.
Wanita itu, saat dewasa dia menyempurnakan agama untuk suaminya.

Wanita itu, saat menjadi ibu, dia menjadi penggerak semua doa.
Oleh karena itu dia dimuliakan Allah dengan menempatkan syurga di telapak kakinya.

Ketika seorang wanita sudah menjadi Ibu, maka ALLAH akan menganugerahkan kepadanya satu senjata yang sangat ampuh di muka bumi yaitu Lisannya.

Lisannya akan menjadi berat timbangannya,
Lisannya akan menjadi pembuka pintu-pintu langit,
Ucapannya akan diijabah,
Doanya akan diangkat tanpa penghalang,
Doa ibu akan mampu menjadi penghancur kesulitan bagi anak keturunannya.
Dan mengeluhnya seorang ibu akan menjadi pemberat langkah setiap anggota keluarganya, termasuk bagi suaminya.

Maka pantang bagi seorang ibu untuk mengeluh, karena keluhannya pun akan menjadi kenyataan,
sebagaimana harapan dan doanya pun akan menjadi kenyataan.
Ucapan buruknya akan menjadi musibah bagi dirinya dan keluarganya.
Lisan seorang ibu layaknya seperti karomah para wali.

Maka berhati-hatilah wahai para ibu
ketika menggunakan senjata terampuh ini. Gunakan untuk bermunajat meminta kepada ALLAH agar suami dimudahkan dalam mencari nafkah. Gunakan untuk bermunajat meminta kemudahan dan kesholehan  atas anak-anak.
Jangan mengeluh tentang dirinya.
Itu  akan semakin memberatkan dan menyulitkan kehidupan mereka.

Subhanallah.... Kedudukan yang dimuliakan oleh Allah untuk para Wanita.
____________________
KITA YANG MANA ?

Sahabat ... orang mukmin itu di uji sesuai kemampuannya. Lebih tepatnya orang mukmin diuji menurut amalan baiknya. Barangsiapa yang baik agama dan amalannya, maka beratlah ujiannya.

Semua ini karena Allah Subhanallahu wa Ta'ala tidak menjadikan dunia ini sebagai balasan baik bagi hamba yang taat kepada-Nya, tapi menjadikan penjara buat mereka.

Barangsiapa yang lemah agamanya, maka sedikitlah ujian untuknya. Mereka menjadi ahli 'afiah dan bersenang-senang dengan kelalaiannya.

Semakin baik seseorang manusia maka semakin banyaklah ujian buatnya. Dan semakin jahat seseorang manusia maka semakin kuranglah ujian buatnya.

Semakin baik bermakna semakin tinggi imannya. Dan semakin buruk bermakna semakin lemah imannya.

Semakin baik dan beriman berarti semakin Allah sayang kepadanya. Begitu pula semakin jahat dan kufur semakin lemah imannya dan semakin benci Allah kepadanya.

Kalaulah demikian keadaannya, maka kita yang mana? Tiada daya upaya melainkan Allah membantu kita semua dengan rahmat-Nya. Semoga Allah senantiasa membimbing kita dalam perjalanan menuju pada-Nya.
_____________________
Membetulkan Pandangan MATA

Nabi Musa a.s melihat bangkai seekor anjing yang mati di padang pasir. Sahabat-sahabatnya menutup hidung malah ada yang jijik dengan keadaan mata anjing yang hampir pecah, isi perut yang terburai...!

Akan tetapi Nabi Musa berkata,
"Alangkah putihnya gigi anjing itu..."

Sahabat-sahabatnya menegur bagaimana Nabi Musa bisa berkata demikian? Lalu Nabi Musa menjawab,
"Aku sedang belajar melihat kebaikan dan kecantikan di dalam keburukan"

Sahabat... Semoga kita semua bisa melihat kebaikan dalam perkara yang sebagian orang memandang dengan keburukan. InsyaAllah! Hati kita akan bertambah senang dan tenang...!

Jadilah seperti LEBAH, walaupun hidup di dalam lautan sampah, BUNGA juga yang dicarinya..!

Jangan jadi seperti LALAT..! Walaupun hidup di taman yang indah, SAMPAH jua yang dinantinya..!

Sekiranya kita melihat sesuatu yang buruk pada orang lain, ia adalah cermin untuk diri kita. Karena hanya hati yang bersih yang selalu melihat kebaikan pada diri orang lain.
_____________________
Kebahagian

Sahabat..... kebahagiaan tidak selalu datang dari hal-hal terbaik dan termahal  yang kita miliki atau dari hal-hal terindah yang selalu kita impikan.

Akan tetapi, kebahagiaan datang dari cara kita menyikapi apa yang kita miliki. Syukurilah...maka kebahagiaan itu akan datang.

Nikmatilah tanpa mengeluh, sebab bisa jadi apa yang kita keluhkan adalah kenikmatan yang diharapkan orang lain.

Syukurilah...karena syukur adalah kunci kekayaan hidup. Syukur akan mengubah apa yang kita miliki menjadi cukup dan mengubah tamak menjadi qana'ah .

Mari kita belajar untuk menjadi bahagia dengan sederhana. Tersenyumlah untuk menyingkirkan duka dari diri kita dan dari orang-orang disekeliling kita.

Tersenyumlah, sebab bukan kita saja yang punya masalah dalam hidup ini. Disana ada banyak orang yang kehidupannya mungkin jauh lebih susah dari kita, namun mereka memilih diam dan menyepi dalam munajat kepada-Nya.

Kita seorang mukmin, tunjukkan bahwa kita mampu menghadapi segala ujian. Berkeluh kesah bukanlah kepribadian kita, karena bagi seorang mukmin semua perkara itu baik, bila diberi dia bersyukur dan bila diuji dia bersabar.

Sahabat ...tersenyumlah dan nikmati hidup kita dengan bahagia di setiap keadaan.
_________________________
Ketika Kita .....

Sahabat....
Ketika kita ingin hidup kaya, mungkin kita lupa bahwa bahwa sesungguhnya hidup adalah kekayaan.

Ketika kita takut memberi, mungkin kita lupa bahwa semua yang kita miliki adalah pemberian.

Ketika kita ingin menjadi yang terkuat, mungkin kita lupa bahwa dalam kelemahan, Allah selalu memberi kita kekuatan.

Ketika kita takut rugi, mungkin kita lupa bahwa hidup kita adalah sebuah keberuntungan.

Hidup itu sangatlah indah jika selalu mensyukuri apa yang sudah ada. Adakalanya yang terindah bukanlah yang terbaik. Yang sempurna tidak selalu menjanjikan kebahagiaan.

Kebahagiaan itu adalah ketika kita mampu dan mau menerima semua kekurangan kita dan setiap kelebihan orang lain.

Sabtu, 14 Desember 2019

Keterampilan Sosial

Keterampilan sosial
Keterampilan sosial tidaklah terbentuk begitu saja. Anak-anak dapat mengasah keterampilan sosial mereka melalui latihan dan pengalaman.
Dari daftar ini, pilihlah satu keterampilan sosial yang ingin Anda ajarkan kepada si kecil, lalu ajarkan dan berlatihlah setiap hari hingga anak mengerti dan terbiasa. Setelah anak cukup terampil dengan satu keterampilan, mulailah ajarkan keterampilan lainnya. Niscaya si kecil dapat tumbuh menjadi dewasa yang peduli dan pandai bersosialisasi dengan orang lain.

Keterampilan sosial yang perlu diasah sikecil adalah
1. Mendengarkan
2. Mengikuti giliran
3. Bertanya untuk meminta bantuan
4. Memperkenalkan diri
5. Mengucapkan terimakasih
6. Memberi pujian
7. Bertanya
8. Mengikuti instruksi
9. Bekerjasama
10. Berbagi
11. Menghadapi masalah
12. Memahami perasaan orang lain
13. Menghadapi rasa takut
14. Minta izin
15. Minta maaf


Pengembangan Karakteristik Anak

PENGEMBANGAN KARAKTERISTIK ANAK

Menurut Freud kegagalan penanaman kepribadian yang baik di usia dini ini akan membentuk pribadi yang bermasalah di masa dewasanya kelak. Kesuksesan orang tua membimbing anaknya dalam mengatasi konflik kepribadian di usia dini sangat menentukan kesuksesan anak dalam kehidupan sosial di masa dewasanya kelak (Erikson, 1968).

Untuk itu Pendidikan karakter ini hendaknya dilakukan sejak usia dini, karena usia dini merupakan masa emas perkembangan (golden age) yang keberhasilannya sangat menentukan kualitas anak di masa dewasanya. Montessori menyebutnya dengan periode kepekaan (sensitive period).
Pembentukan karakter dapat diibaratkan sebagai pembentukan seseorang menjadi body builder (binaragawan) yang memerlukan “latihan otot-otot akhlak” secara terus-menerus agar menjadi kokoh dan kuat. Untuk itu pembentukan karakter harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan yang melibatkan aspek “knowledge, feeling, loving, dan acting”.

Yang berperan penting dalam pengembangan karakter anak adalah Lingkungan keluarga

1 .Peran keluarga dalam Pembentukan karakter Anak yaitu
Keluarga dalam hal ini adalah aktor yang sangat menentukan terhadap masa depan perkembangan anak. Dari pihak keluarga perkembangan pendidikan sudah dimulai semenjak masih dalam kandungan. Anak yang belum lahir sebenarnya sudah bisa menangkap dan merespons apa-apa yang di kerjakan oleh orang tuanya, terutama kaum ibu.
Mengingat lingkungan anak bukan saja lingkungan keluarga yang sifatnya mikro, maka semua pihak – keluarga, sekolah, media massa, komunitas bisnis, dan sebagainya – turut andil dalam perkembangan karakter anak. Dengan kata lain, mengembangkan generasi penerus bangsa yang berkarakter baik adalah tanggung jawab semua pihak. Tentu saja hal ini tidak mudah, oleh karena itu diperlukan kesadaran dari semua pihak bahwa pendidikan karakter merupakan ”PR” yang sangat penting untuk dilakukan segera. Terlebih melihat kondisi karakter bangsa saat ini yang memprihatinkan serta kenyataan bahwa manusia tidak secara alamiah (spontan) tumbuh menjadi manusia yang berkarakter baik.

2. Keluarga sebagai Tempat Pertama Pendidikan Karakter Anak
Bagi seorang anak, keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi pertumbuhan dan perkembangannya yang berfungsi sebagai wahana untuk mendidik, mengasuh, dan mensosialisasikan anak, mengembangkan kemampuan seluruh anggotanya agar dapat menjalankan fungsinya di masyarakat dengan baik, serta memberikan kepuasan dan lingkungan yang sehat guna tercapainya keluarga, sejahtera”.
Menurut pakar pendidikan, William Bennett (dalam Megawangi, 2004), keluarga merupakan tempat yang paling awal dan efektif untuk menjalankan fungsi Departemen Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan. Apabila keluarga gagal untuk mengajarkan kejujuran, semangat, keinginan untuk menjadi yang terbaik, dan kemampuan-kemampuan dasar, maka akan sulit sekali bagi institusi-institusi lain untuk memperbaiki kegagalan-kegagalannya.

Pola Asuh dalam Pendidikan Karakter Anak di Keluarga

Keberhasilan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai kebajikan (karakter) pada anak sangat tergantung pada jenis pola asuh yang diterapkan orang tua pada anaknya. Pola asuh dapat didefinisikan sebagai pola interaksi antara anak dengan orangtua yang meliputi pemenuhan kebutuhan fisik (seperti makan, minum dan lain-lain) dan kebutuhan psikologis (seperti rasa aman, kasih sayang dan lain-lain), serta sosialisasi norma-norma yang berlaku di masyarakat agar anak dapat hidup selaras dengan lingkungannya . Dengan kata lain, pola asuh juga meliputi pola interaksi orang tua dengan anak dalam rangka pendidikan karakter anak. Jadi gaya yang diprankan orang tua dalam mengembangkan karakter anak sangat penting,

Dari paparan di atas jelas bahwa jenis pola asuh yang diterapkan orang tua kepada anaknya sangat menentukan keberhasilan pendidikan karakter anak. Kesalahan dalam pengasuhan anak akan berakibat pada kegagalan dalam pembentukan karakter yang baik.

Pola asuh ada 3 yaitu
1. pola asuh otoriter
2. pola asuh demokrasi
3. Pola asuh permisif

1.pola asuh otoriter

Pola asuh otoriter adalah pengasuhan yang kaku, diktator dan memaksa anak untuk selalu mengikuti perintah orang tua tanpa banyak alasan ( pola asuh yang ketat)

2. pola asuh  demokratis yaitu memungkinkan orangtua dan anak saling menyesuaikan diri dengan berbagai keadaan dirinya. Atau dengan kata lain bahwa memprioritaskan kepentingan anak, tetapi tidak ragu dalam mengendalikan mereka. Orang tua seperti ini bersikap rasional dan selalu mendasari tindakannya pada pemikiran.

3. Pola asuh permisif yaitu polah asuh yg terlalu longgar seolah2 orang tua adalah sahabatnya sendiri

Adapun nilai karakter yg harus di tanamkan pada diri anak

Nilai Karakter yang Penting Harus Ditanamkan dalam Keluarga

1. Cinta Tuhan dan segenap ciptaanNya
2. Tanggung jawab, Kedisiplinan dan Kemandirian
3. Kejujuran
4. Hormat dan Santun
5. Dermawan, Suka menolong dan Gotong-royong/Kerjasama
6. Percaya Diri, Kreatif dan Pekerja keras
7. Kepemimpinan dan Keadilan
8. Baik dan Rendah Hati
9. Toleransi, Kedamaian dan Kesatuan
10. 4K ( kebersihan, kesehatan, kerapian dan keamanan)

Dan saya akan mencoba paparkan sebuah isu khasus yg mungkin kita bisa jadikan bahan diskusi malam ini

๐Ÿ’  Isu khasus ๐Ÿ’
Seorang anak berusia 8 tahun yang dibawa orang tuanya menemui konselor untuk mendapatkan pertolongan.Hary adalah seorang siswa kelas 2 SD di sebuah sekolah favorit di kotanya. Hani, kakak Hary juga bersekolah di sekolah yang sama, kelas 5 SD.Orang tua mereka bersedia mengeluarkan biaya sekolah yang sangat besar demi anak-anak mereka bisa diterima dan bersekolah di sana.Dengan bangganya mereka akan memberitahukan bahwa anak-anak mereka bersekolah di sana ketika ada yang menanyakan hal itu.Setelah pulang sekolah, sekitar pukul 3 sore, hampir setiap hari, kecuali hari Rabu, Sabtu, dan Minggu, Hary dan Hani harus mengikuti berbagai kursus lainnya yang ditentukan oleh orang tua mereka.Menurut orang tuanya, sudah beberapa hari ini Hary ngambek tidak mau ke sekolah.Ketika ditanya orang tuanya, Hary tetap diam, tidak mau menjawab.Memang sudah sejak beberapa bulan yang lalu, semenjak sekolah Hary menerapkan program full day school, Hary terlihat sering marah-marah, mudah tersinggung, malas ke sekolah dengan berbagai alasan, dan kalau berangkat ke sekolah rasanya berat sekali.Orang tua Hary kebingungan karena tidak seperti biasanya Hary bersikap demikian.Melalui konseling, akhirnya bisa dipastikan bahwa Hary merasa tertekan karena tuntutan orang tuanya yang terlalu berlebihan. Hary harus menjadi yang terbaik dalam segala.Beberapa kali Hary pernah mengeluhkan hal itu kepada orang tuanya, tetapi sambil disertai dengan omelan, selalu dijawab bahwa semua tuntutan itu demi masa depannya.Karena itu akhirnya Hary memilih diam saja ketika ditanya mengapa dia tidak mau ke sekolah.

Bgmn tanggapan Ibu/Bapak dari khasus ini?

Jadi ini sepertinya anak2 dalam kasus tidak diberi kesempatan orang tuanya untuk mengembangkan diri terkhusus dari minat dan kesempatan menentukan pilihan coach.

Jadi sekira ada 'kegagalan' pola asuh keluarga dipososi ini nanti akan berakibat pada jenjang institusi dimana belajarnya.


Dari paparan ini dapat disimpulkan bahwa keluarga merupakan wahana pertama dan utama bagi pendidikan karakter anak. Apabila keluarga gagal melakukan pendidikan karakter pada anak-anaknya, maka akan sulit bagi institusi-institusi lain di luar keluarga (termasuk sekolah) untuk memperbaikinya. Kegagalan keluarga dalam membentuk karakter anak akan berakibat pada tumbuhnya masyarakat yang tidak berkarakter. Oleh karena itu, setiap keluarga harus memiliki kesadaran bahwa karakter bangsa sangat tergantung pada pendidikan karakter anak di rumah.

Semoga ilmu yang saya sudah share bisa bermakna buat kita semua
Sekian dan terima kasih
                       
๐Ÿ’#DIKOL#JENIATI#GGDN๐Ÿ’๐Ÿ’

Eco Printing

Eco Printing
Eco printing adalah teknik cetak yang memanfaatkan pewarna alami. Teknik ini prosesnya sederhana dan tidak melibatkan mesin atau cairan kimia. Kalo kamu ingin membuat hiasan atau fashion yang ramah lingkungan, eco printing adalah jawabannya. Teknik eco printing biasa diaplikasikan pada bahan berserat alami seperti kain kanvas atau katun yang mampu menyerap warna dengan baik. Terdapat beberapa teknik eco printing yang biasa dipakai yaitu dengan menata daun atau bunga pada selembar kain kemudian menggulungnya di sekeliling batang kayu kemudian dikukus, memfermentasi daun dan bunga untuk mengekstrak pigmen warna yang ada di dalam tanaman tersebut dan yang paling sederhana yaitu memukulkan daun atau bunga ke atas kain menggunakan palu. Postingan kali ini akan menjelaskan teknik eco printing yang paling sederhana.

Alat dan bahan:

- Kain putih polos (katun, baby canvas atau sutra alami)

- Dedaunan

- Ulekan kayu

Cara Membuat:

1. Alasi permukaan meja kerja dengan kain tebal atau karton.

2. Posisikan daun di atas kain, tutup bagian atas dengan selembar kain.

3. Ketuk daun perlahan-lahan dengan menggunakan ulekan hingga warna daun mulai terliahat dan tercetak ke kain.

Kamu bisa berkreasi dengan menggunakan berbagai macam dedaunan atau bebungaan. Jenis daun yang cocok adalah yang agak pipih, sedikit tebal dan kandungan airnya cukup banyak. Kombinasikan dengan berbagai macam bentuk dan warna daun. Kalau sudah jadi, bisa kamu bingkai dan pajang sebagai hiasan rumah. Cantik dan unik bukan, selamat mencoba!




Literasi Pembelajaran

Literasi Pembelajaran

Sahabat, kurikulum yang kita laksanakan saat ini adalah K-13. Menurut sahabat semua, Apa hubungan antara K-13 dengan literasi?

Perlu diketahui capaian tertinggi dalam implementasi K-13 adalah keterampilan berfikir tingkat tinggi atau disebut ketrampilan abad ke-21.
Agar ketrampilan abad ke-21 ini dimiliki oleh peserta didik kita dibutuhkan 3 hal yakni:
A.  Literasi Dasar
B.  Kompetensi 4C/4K (kritis, kreatif, komunikasi, dan kolaborasi)
C.  Karakter

Itulah hubungannya ..
Sehingga literasi merupakan salah satu unsur penunjang ketercapaian tertinggi dalam implementasi K-13.

Hal di atas bisa digambarkan seperti ini

Lalu ..Mengapa harus 3 hal tersebut?

Yang pertama literasi dasar.
Melalui literasi dasar manusia dapat memahami teks dan konteks kehidupan dalam berbagai aspeknya sehingga berguna dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kedua kompetensi 4C/4K.
Manusia yang memiliki 4 kompetensi dimaksud akan dapat menyikapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks.
Orang yang kritis selalu memiliki cara baru dalam menyelesaikan masalah dengan berpikir lintas disiplin.
Orang yang kreatif tak kan berhenti untuk berinovasi dan mencoba pendekatan baru.
Orang yang kemampuan komunikasinya baik akan mampu menyampaikan gagasan, pertanyaan, ide, dan solusi serta mendapat penerimaan yang baik di lingkungannya.
Orang yang memiliki kemampuan bekerjasama atau berkolaborasi lebih mudah dalam mencapai tujuan, mendayagunakan beragam talenta dan keahliannya.

Ketiga karakter.
Manusia dengan karakter yang baik akan sanggup menghadapi perubahan lingkungan yang cepat.

Seharusnya dalam menumbuhkan budaya literasi ada tahapannya:
1.  Persiapan
a.  Rapat koordinasi
b.  Pembentukan Tim Literasi Sekolah (TLS)
c.  Sosialisasi
d.  Persiapan Sarana Prasarana

Setelah mencermati gambar di atas .. Sahabat bisa lihat bahwa literasi yg dilaksanakan sahabat baru sebatas pembiasaan.

Nah ..
Pelaksanaannya harus meliputi ketiganya

Berikut strateginya :


Jangan  budaya harusdipaksakan...
Menumbuhkanya dilakukan dengan menyenangkan ..
Kalau terpaksa bukan budaya yang tumbuh.

Setelah melewati tahap persiapan, pelaksanaan, kemudian

3.  Pemantauan dan dan evaluasi
Pemantauan dan evaluasi dilakukan melalui beberapa teknik, antara lain dokumentasi,
angket/kuesioner, observasi, dan/atau wawancara. 

Kita kupas kulitnya dulu sebelum masuk ke literasi pembelajaran.

Karena dari pengalaman banyak guru melaksanakan literasi tanpa tahapan yang jelas dan sebatas pembiasaan.

Ini adalah tabel pemantauan dan evaluasi

Sudahkah kita melakukan pemantauan dan evaluasi literasi yg telah dilaksanakan?

karena tahapan tersebut sangat penting untuk mengetahui tingkat ketercapaian kegiatan literasi yang dilakukan sekaligus sebagai acuan pelaksanaan tindak lanjut?

4.  Tindak lanjut
Hasil pemantauan dan evaluasi dapat dicermati sebagai bahan refleksi. Tindak lanjuti diwujudkane dengan penyusunan perencanaan lanjutan dalam hal kegiatan berliterasi

Kita sudah mulai masuk intinya nih!!!

Apa sesungguhnya tujuan literasi pembelajaran?
Bagaimana caranya untuk mengetahui bahwa pembelajaran yang kita laksanakan sudah memuat kegiatan literasi?

Apakah hanya dengan melaksanakan kegiatan 15 menit membaca sebelum masuk pembelajaran sudah dikatakan melakukan literasi pembelajaran?

Tujuan literasi pembelajaran adalah untuk membangun pemahaman peserta didik, ketrampilan menulis, dan ketrampilan komunikasi secara menyeluruh sehingga terjadi pengembangan karakter dan ketrampilan berfikir tingkat tinggi.

selanjutnya ..
Untuk mengetahui apakah pembelajaran yang telah kita lakukan sudah memuat literasi ada ciri-cirinya.

Karakteristik pembelajaran yang telah menerapkan literasi adalah sebagai berikut!
1.  Pemantauan pemahaman teks (siswa merekam pemahamannya sebelum, ketika, dan setelah membaca).
2.  Penggunaan berbagai moda selama pembelajaran (literasi multimoda)
3.  Instruksi yang jelas dan eksplisit.
4.  Pemanfaatan alat bantu seperti pengatur grafis dan daftar cek.
5.  Respon terhadap berbagai jenis pertanyaan.
6.  Membuat pertanyaan.
7.  Analisis, sintesis, dan evaluasi teks.
8.  Meringkas isi teks.

Menyimak karakteristik pembelajaran yang menerapkan strategi literasi, dapat disimpulkan bahwa strategi literasi dapat diterapkan dalam pembelajaran kooperatif, berbasis teks, berbasis proyek, berbasis masalah, inquiry, discovery, dan saintifik sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut.

Indikator literasi pembelajaran

Sahabat bisa menggunakan daftar cek untuk mengetahui apakah pembelajaran yang dilaksanakan memuat literasi

Daftar cek untuk mengetahui apakah pembelajaran yang kita lakukan sudah memuat literasi.

 Daftar ceknya :

INDIKATOR STRATEGI LITERASI DALAM PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran:
Kelas/Semester :
Materi Pokok :
Nama Guru/email :
Alokasi Waktu :

Dalam setiap indikator, karakter (religius, nasionalis,  mandiri , gotong royong, integritas)
berkelindan dengan kompetensi (berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif) sesuai dengan materi yang disajikan.



Untuk membantu peserta didik memetakan proses pemahaman mereka terhadap sebuah bacaan/informasi dalam pembelajaran dapat digunakan berbagai jenis pengatur grafis.
Daftar di bawah ini memuat beberapa contoh yang umum digunakan. Guru dan peserta didik dapat mengadopsi, mengadaptasi, dan membuat pengatur grafis sendiri sesuai dengan
kebutuhan pembelajaran di kelas.

15 menit membaca hanya pembiasaan

Berikut ini pengatur grafis yg bisa dipakai guru dalam melaksanakan pembelajaran yang memuat literasi :

Berikut salah satu contoh penerapan strategi literasi dalam pembelajaran yang dapat dilakukan di berbagai mata pelajaran dan jenjang pendidikan.


Tulisan warna biru merupakan kegiatan literasi

Di situ dapat dilihat tabel yang digunakan adalah T-I-P ..
Singkatan dari Tahu - Ingin - Pelajari

Jadi saat melaksanakan pembelajaran tersebut harus menggunakan tabel grafis TIP

3. Tahu-Ingin-Pelajari 
Nama:  ________
Kelas:  ___
Tanggal:  ________
Judul Teks/Materi:  _________________________________________

Bacalah judul teks!
Tuliskan informasi yang sudah kamu ketahui tentang topik tersebut (baris T)!
Tuliskan pertanyan-pertanyaan yang ingin kamu temukan jawabannya di dalam teks yang akan Kamu baca (baris I)!
Kemudian bacalah teks tersebut!  Jawablah pertanyaan yang sudah kamu
buat sebelumnya untuk menunjukkan hal-hal yang sudah kamu pelajari dalam teks (P)!

Seperti contoh di atas pda RPPnya telah dimasukkan pengatur grafis yang disesuaikan dengan materi yang dibawakan guru

Satu contoh lagi tentang penggunaan pengatur grafis sesuai materi pembelajaran

Membuat Prediksi (Pengatur Grafis nomor 2/Tabel Prediksi)
Membuat prediksi merupakan ketrampilan dasar dalam membaca yang melibatkan proses berpikir tingkat tinggi. Untuk membuat prediksi, seorang pembaca harus menggunakan informasi yang ada dan kemudian membuat inferensi. Pembaca yang baik membuat prediksi berdasarkan bukti tekstual. Bila kita menggunakan bukti untuk mendukung prediksi, kita dapat menjadi sosok yang literat.
Berikut adalah contoh teks pendek yang diikuti dengn langkah-langkah membuat prediksi. 

a. Prediksi dalam teks naratif
Teks
Anang duduk di bangkunya dan menggambar tokoh Star Wars di buku catatannya ketika gurunya sedang menjelaskan tentang rantai makanan di pelajaran Biologi atau entah apa. Dia tidak terlalu ingat. Hal terakhir yang Anang ingat adalah bahwa besok akan ada tes. Anang terhenyak. Dia pulang dan langsung belajar, namun kemudian dia asyik bermain dengan Game
Box-nya. Dia bermain sampai larut malam. Ketika alarm jam di mejanya bordering, Anang terlalu lelah untuk mematikannya. Alarm berbunyi sampai 20 menit ketika kemudian Anang bangun dan bergegas bersiap ke sekolah. Seperti yang sudah dijanjikan, gurunya menjelaskan prosedur dan perintah tes, dan kemudian membagikan lembar soal. Anang membaca lembar yang dia terima dan menggaruk kepalanya…

Pertanyaan:

1) Apa yang terjadi setelah itu?
2) Bukti apa yang kamu gunakan untuk mendukung prediksi

Pengatur grafis Membuat Prediksi (nomor 2) dapat digunakan untuk mengembangkan strategi
literasi ini.

Latihan di atas didesain untuk memberikan latihan kepada peserta didik dalam membuat dan mendukung prediksi. Peserta didik harus memprediksi apa yang akan terjadi dan mendukung jawabanya dengan menggunakan bukti yang ada di dalam teks. Proses ini melibatkan ketrampilan berpikir yang kritis dan tingkat tinggi.

Contoh pengatur grafis lainnya :



Peserta didik kita akan hidup di dunia yang berbeda dengan kita ..
mereka akan menghadapi tantangan yang hebat ..
literasi pembelajara sangat penting agar peserta didik memiliki ketrampilan tingkat tinggi sebagai bekal menghadapai tantangan hidup ..
Ayo kita siapkan mereka dengan melaksanakan literasi pembelajaran berkelanjutan ..

#dikol/ GGDN

Sabtu, 30 November 2019

Merdeka belajar


Pertama, saya ingin mengajak kita berefleksi.

Seberapa sering kita bercakap-cakap dengan anak? Seberapa banyak waktu percakapan kita gunakan untuk mendengarkan? Seberapa jauh kita memahami perasaan mereka ketika mengikuti pelajaran kita? Seberapa jauh kita mengetahui apa yang perlu dibantu agar anak belajar lebih efektif?

Terima kasih buat teman-teman yang sudah berpihak kepada anak. Buat yang belum, ayo sediakan waktu dan energi untuk memahami anak.

Mengapa?

Anak, sebagai subjek utama dalam pendidikan, hampir selalu dikorbankan. Begitu banyak keputusan mulai keputusan harian di rumah dan kelas, keputusan penetapan anggaran setiap tahun hingga keputusan lima tahunan terkait pimpinan dan kebijakan nasional masih jauh dari percakapan yang berpihak kepada anak.

Bahkan dalam percakapan sehari-hari para pendidik, guru dan orangtua, kecenderungannya lebih pada menyalahkan anak. Anak sebagai terdakwa dari segala macam keruwetan persoalan pendidikan sambil lupa bahwa awalnya berakar pada keputusan dan tindakan orang dewasa.

Padahal pendidikan seharusnya berdiri pada keyakinan bahwa anak adalah potensi kebaikan yang tak terbatas. Misteri yang belum terungkap. Peran pendidikan memfasilitasi potensi tersebut berbuah menjadi kebaikan nyata dalam kehidupan.

Keyakinan dasar pendidik adalah percaya bahwa anak bisa berubah, bahwa anak bisa berkembang. Tanpa keyakinan tersebut, pendidikan hanya akan menjadi usaha yang absurd, melakukan tindakan yang sedari awal sudah diniatkan untuk gagal.

Banyak bukti menunjukkan ketika guru menjadikan anak sebagai sekutu utama maka kualitas pengajaran akan meningkat. Anak yang menjadi sekutu utama guru akan merasa dipahami dan akan terlibat sepenuh hati dalam proses belajar. Tujuan pengajaran tidak lagi monopoli guru tapi jadi tujuan bersama, guru dan murid.

Guru yang menjadikan anak sebagai sekutu utama lebih besar kemungkinannya menghasilkan praktik baik dan inovasi pengajaran. Sekolah yang memfasilitasi persekutuan guru dengan anak lebih berpotensi melibatkan orangtua dan mendapatkan dukungan dari komunitas yang lebih luas.

Berpihak kepada anak bukan keinginan kita, bukan kebutuhan kita, bukan agenda kita. Berpihak kepada anak adalah pondasi kita sebagai pendidik. Mari kita pastikan pondasi tersebut tetap dan selalu kokoh menjadi dasar dan semangat kita mendidik.

Berhenti menyalahkan, mari berdaya mengubah keadaan. Cari cara yang lebih mendekatkan kita pada keberpihakan pada anak. Bagi dan sebarkan praktik baik kepada guru dan pendidik yang lain.

Refleksi secara berkala, tiap hari, tiap minggu, sepanjang tahun, sudahkah kita berpihak pada anak? Sudahkah keputusan dan tindakan kita berdampak positif kepada anak?

Tanpa berpihak pada anak, apalah artinya kita sebagai guru

Sekali merdeka, tetap merdeka belajar!

Bukik Setiawan - Kampus Guru Cikal perwakilan dari Klaster Pengembangan Guru
*Disampaikan pada Konferensi Pendidikan Indonesia - Cluster Pengembangan Guru

Minggu, 10 November 2019

Mind mapping

Media belajar

MIND MAPPING / PETA KONSEP
Diterjemahkan dari bahasa inggris-peta konsep atau diagram konseptual adalah diagram yang menggambarkan hubungan yang disarankan antara konsep. Ini adalah alat grafis yang digunakan oleh perancang pengajaran, insinyur, penulis teknis, dan lainnya untuk mengatur dan menyusun pengetahuan. Wikipedia (inggris)


Keuntungan menggunakan peta konsep :
✓Menghemat waktu belajar dan mengulang
✓Memungkinkan siswa menginterpretasikan semua pelajaran yang dipelajari.
✓Memperkuat ingatan
✓Memfasilitasi pembelajaran

SILAHKAN DOWNLOAD
For android

https://play.google.com/store/apps/details?id=net.xmind.doughnut&referrer=utm_source%3DOfficalWebsite

For lepi

https://drive.google.com/file/d/1tEo7HnPVTPAw5mMMdqHK-ilEbm97bXOd/view

Sabtu, 09 November 2019

"Manajemen Sekolah"
sub tema
"Budaya Kualitas atau Budaya Mutu dalam Sebuah Organisasi".
๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒฑ๐ŸŒธ๐ŸŒธ

Seorang pemimpin lembaga pendidikan atau organisasi atau sekolah memang harus memahami hal ini, karena MUTU sekolah merupakan suatu hal penting ...

Baik di sekolah negeri ataupun swasta, semua praktisi di dalamnya akan bekerja sama untuk membangun MUTU tsb.

Budaya organisasi adalah keseharian dari nilai-nilai dan tradisi yang ada atau mendasari sebuah organisasi.

Budaya organisasi ini muncul dan dapat dilihat dari beberapa hal, yakni:
↪ bagaimana anggota organisasi berperilaku pada tugas atau pekerjaan mereka,
↪ harapan mereka terhadap organisasi dan rekan merekas serta mengenai
↪ apa yang dianggap normal dalam hal bagaimana anggota melaksanakan pekerjaan mereka.

Contoh sederhana dari budaya organisasi ini, semisal:
✔Bagaimana anggota berpakaian,
✔Kebiasaan anggota dalam berinteraksi satu sama lain. Dll

Simbol, slogan, dan kebiasaan upacara, bersalaman di pagi hari, berdoa ... juga merupakan contoh Budaya Organisasi ☺
... yang kemudian dikatakan Budaya MUTU Organisasi, karena semua hal-hal positif itu adalah hal-hal yang menambah nilai baik bagi organisasi tsb dan menjadikan organisasi tsb berkualitas ๐Ÿ’•

๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒฑ๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

Budaya Mutu atau Kualitas juga dapat dikatakan sebagai sistem nilai organisasi yang menghasilkan lingkungan yang kondusif bagi pembentukan dan peningkatan kualitas yang berkelanjutan.

Budaya Mutu tersebut terdiri dari:
nilai-nilai
tradisi
prosedur, dan
harapan yang mempromosikan kualitas.

Budaya Mutu berkaitan erat dengan harapan pencapaian visi misi organisasi.

Saat pimpinan ingin visi misi organisasi dapat terwujud, maka manajemen dalam Budaya Mutu ini akan membantu untuk mewujudkannya.

Pimpinan sebuah organisasi (atau sekolah), akan selalu memikirkan PEMBENAHAN-PEMBENAHAN terhadap hal-hal yang bersifat "rutin" di organisasi yang dipimpinnya.

Apabila seiring waktu sang pimpinan menyadari ada hal yang kurang baik atau kurang kondusif di lingkungan organisasi tersebut, maka sangat dimungkinkan akan melakukan PERUBAHAN.

Dan perubahan yang selalu terjadi saat hendak melakukan perbaikan inilah yang membuat pimpinan hendaknya mempelajari mengenai manajemen yang berkaitan dengan Budaya Mutu ini.

Pada saat pimpinan hendak melakukan perubahan di organisasi - dalam hal ini sekolah - (tentu saja dengan tujuan untuk memperbaiki organisasi), ada beberapa hal yang harus dicermati yakni:

1. Perubahan tidak dapat terjadi di lingkungan yang tidak bersahabat.

2. Perubahan dari satu budaya mutu ke budaya mutu yang lain membutuhkan waktu.

3. Sulitnya untuk mengatasi  masa lalu.

๐ŸŒฑHukum Perubahan Organisasi๐ŸŒฑ

๐Ÿ‘‡
Hukum Perubahan Organisasi
adalah sebagai berikut:

1. Memahami sejarah di balik budaya saat ini.
2. Jangan mengutak-atik sistem, namun hendaknya lebih fokus ke "memperbaiki sistem".
3. Bersiaplah untuk mendengarkan dan mengamati.
4. Libatkan semua orang yang terpengaruh oleh perubahan dalam proses pembuatan atau pembentukan budaya tersebut.

Perubahan bisa sulit karena "menolak perubahan" adalah perilaku manusia yang alami.
๐Ÿ˜Š

Dalam organisasi atau lembaga mana pun akan ada "Pendukung Perubahan" dan juga ada "Penentang Perubahan".

Yang menjadi permasalahan ...
terkadang para pimpinan hanya fokus pada manfaat yang diharapkan dari perubahan tsb,namun mereka melupakan  faktor dimana selalu akan ada yang kontra dengan perubahan tsb ...

Lebih jauh ...
terkadang yang kontra dengan perubahan yang terjadi adalah anggota-anggota yang memiliki andil cukup besar dalam organisasi.

Mereka disebut dimana penentang potensial.

Biasanya anggota organisasi atau lembaga menolak perubahan karena alasan-alasan berikut:

*rasa takut,
*kehilangan kendali (atau kekuasaan),
*ketidakpastian, dan
*lebih banyak pekerjaan.



Ini yang sering kita sebut dengan kondisi anggota yang tidak mau keluar dari
Zona Nyaman-nya. ☺

Karena semua sudah ikhlas dijalani, sudah nyaman, nggak mau neko-neko, akhirnya saat ada perubahan, yang pertama kali dilakukan adalah MENGELUH ๐Ÿ˜€

Untuk menyingkapi adanya penolakan terhadap perubahan, level pimpinan dapat menerapkan strategi-strategi berikut ini:

๐ŸŒฑ1๐ŸŒฑ

Libatkan para penentang potensial

Saat pimpinan tau bahwa ada anggota yang menentang di mana pengaruh anggota tersebut tergolong tinggi terhadap lingkungan organisasi, hendaknya anggota tersebut dirangkul.

Jangan dimusuhi. ๐Ÿ˜€

Ajak untuk bekerjasama dan ikut andil dalam perubahan yang terjadi ☺

๐ŸŒฑ2๐ŸŒฑ

Hindari kejutan

Saat kita akan mengadakan perubahan, lakukan SOSIALISASI terhadap peraturan tersebut terlebih dahulu.

Sangat tidak disarankan, dan kurang dapat dibenarkan apabila ada peraturan baru dimana hari itu diberitahukan dan hari itu pula masa perberlakukannya.

๐ŸŒฑ3๐ŸŒฑ

Mulailah dengan lambat

Jangan tergesa-gesa.
Lambat tapi pasti, jadi anggota pun mempunyai waktu untuk menyesuaikan diri dengan peraturan baru.

๐ŸŒฑ4๐ŸŒฑ

Mulailah dari yang kecil dan fleksibel.

Ibarat naik sepeda motor, Bapak-Ibu ...

Tidak langsung digas banyak-banyak, bisa jungkir ke belakang atau ke depan nanti motornya ๐Ÿ˜…

Lakukan juga pada hal-hal yang lebih mudah untuk diubah dulu.

๐ŸŒฑ5๐ŸŒฑ

Ciptakan lingkungan yang positif

Lingkungan yang positif akan memberi kenyamanan hati, dan dengan hati yang lebih tertata, perubahan seekstrim apapun, akan lebih bisa menemukan jalannya untuk diterima.

๐ŸŒฑ6๐ŸŒฑ

Tanggapi dengan cepat dan positif

Saat perubahan mulai berlaku, pimpinan harus stand by dan siap untuk menanggapi apa yang ditanyakan atau disampaikan anggota sehubungan dengan perubahan itu.

Tanggapan pimpinan pun harus tetap dilakukan dengan positif.

Anggota sedang dalam kondisi kurang nyaman dengan perubahan (adaptasi), jangan ditambahi dengan ketidaknyamanan atas sikap pimpinan dalam menjelaskan perubahan.

๐ŸŒฑ7๐ŸŒฑ

Bekerja dengan para pemimpin yang memang sudah profesional di bidangnya

Saat anggota yakin dan percaya bahwa perubahan itu di bawah pimpinan seseorang yang kompeten, mereka akan lebih yakin untuk mengikuti perubahan itu.

๐ŸŒฑ8๐ŸŒฑ

Perlakukan orang lain dengan hormat

Saat sebuah lingkungan dibangun dengan sikap saling menghormati dan menjaga, maka kondisi lingkungan itu akan menjadi lebih kondusif ...

๐ŸŒฑ9๐ŸŒฑ

Bersikap konstruktif

Perubahan haruslah ke arah perbaikan ☺

Pimpinan memang yang harus lebih peka akan kebutuhan perubahan budaya dalam organisasinya. ๐Ÿ˜€

Berikut strategi untuk membangun budaya mutu atau kualitas ...

Yakni meliputi:

1. Identifikasi perubahan yang diperlukan.
2. Masukkan perubahan yang direncanakan secara tertulis.
3. Kembangkan rencana untuk membuat perubahan.
4. Pahami proses transisi emosional.
5. Identifikasi orang-orang kunci dan jadikan mereka pendukung
6. Ambil pendekatan hati dan pikiran.
7. Menerapkan Strategi kedekatan personal.
8. Saling dukung.

Dalam usaha meraih Budaya Mutu atau Kualitas Organisasi, sangat dimungkinkan adanya perubahan kepemimpinan.

Saat di atas kita masih ada pimpinan yang lebih tinggi ...
maka sangat mungkin POSISI KITA AKAN DIGANTI, sesuai dengan perubahan mutu yang diinginkan oleh level pimpinan yang lebih tinggi.

Dengan kata lain ...
Terkadang, mungkin perlu untuk mengubah tim kepemimpinan organisasi untuk memastikan perubahan budaya yang diperlukan.


Berkaitan dengan ini ...

Apabila organisasi hendak melakukan perubahan Budaya Mutu, memang hendaknya dipikirkan secara masak dan perubahan itu dipimpin oleh  pemimpin yang kompetent sehubungan dengan perubahan yang terjadi.

Apabila yang terjadi di lapangan, ternyata pimpinannya tidak konpeten, bisa diprediksi bahwa perubahan yang terjadi tidak optimal dalam memberikan efek positif pada organisasi.

Dan ...
tentu saja cenderungnya perubahan itu menjadi wasting time dan sedikit useless.


Ada sepotong cerita...
Kisahnya seperti ini..
"Saya tidak percaya saya berhasil mendapatkan pekerjaan itu," Max berteriak kepada teman-teman sekelasnya.
"Saya menghabiskan 10 menit untuk berusaha meyakinkan manajer personalia bahwa saya bisa melakukan pekerjaan itu meskipun saya kurang pengalaman.

Ketika saya akhirnya berhenti mengoceh, dia berkata,
"Kami ingin mempekerjakan Anda karena Anda tidak memiliki pengalaman, tidak terlepas dari faktanya. Kami membutuhkan seseorang dengan ide-ide segar yang tidak terikat dengan status quo franily, kami perlu membuat perubahan besar, dan semakin cepat, semakin baik Anda akan datang tanpa loyalitas atau pangkalan."

"Mereka akan mengharapkan Anda untuk membuat perubahan budaya besar," kata salah satu teman sekelas Maxs.
"Apakah kamu pikir kamu sanggup melakukannya? Aku ingat mempelajari masalah ini di kelas.
Perubahan budaya menjadi sulit, dan bahkan tidak dapat terjadi sama sekali."
"Kamu dapat point-nya," kata Max. "Mengapa perubahan budaya begitu sulit? Saya tidak tahu mengapa orang tidak bisa begitu saja mengikuti sebuah program."

๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ

Dari case ini..
kesimpulan yang dapat diambil, memang bahwa:

Dalam konteks ingin melakukan perubahan, Anggota yang fresh graduate atau yang belum punya banyak pengalaman, akan lebih mudah dibentuk kebiasaan kerjanya.

Cukup berbeda dengan yang sudah berpengalaman, di mana anggota tersebut akan membandingan peraturan baru dengan peraturan atau hal-hal di tempat kerja lamanya ☺

Upgrade diri hari ini
Sabtu, 9 November 2019

๐Ÿ‘‡
Dik_ol with Sri Pudjiastuti, M.Pd

Sabtu, 26 Oktober 2019

Tri Prasetia Pelajar

Tri Prasetia Pelajar

Tri Prasetia Pelajar

1. Pelajar harus hormat,tunduk,dan taat kepada orang tua dan guru
2.Pelajar harus sopan , dan jujur dalalm segala tindakan dan perbuatan 
3.Pelajar harus berbakti kepada nusa,bangsa,dan agama 

Selasa, 22 Oktober 2019

Program kokurikuler

Program Kokurikuler Sekolah Dasar

Program Kokurikuler Jenjang Sekolah Dasar tahun pelajaran 2018/2019, Pemberlakuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menuntut pelaksanaaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Desentralisasi pengelolaan pendidikan dengan diberikannya wewenang kepada satuan pendidikan untuk menyusun kurikulumnya pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidkan Nasional, yaitu pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan pasal 35, tentang standar nasional pendidikan. 

Desentralisasi pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kebutuhan daerah yang perlu dilakukan.Penelitian yang realistis dari desentralisasi yang mengatur pendidikan ini diberikan kepada peserta pendidikan untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pendidikan, seperti halnya dalam perundingan tentang pendidikan, baik dalam kaitannya dengan pelaksanaannya di satuan pendidikan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional, Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2013 sesuai standar nasional pendidikan: standar isi, proses, kompetensi, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembangunan, pembiayaan, dan pendidikan .Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

Pengembangan Kurikulum SD Negeri 4 Aikmel ini mendukung antara yang lain sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran peserta didik diberi kesempatan untuk: (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk mendukung dan menghayati, (c) belajar untuk mendukung dan membantu orang lain, (d) belajar untuk hidup bersama dan bermanfaat untuk orang lain, (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM).
Kami memberikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tinggi kepada pengawas, guru, dan Stakeholder, terima kasih atas bantuan dan kerja sama yang baik dengan Program Kokurikuler SD ini dapat diperoleh.


Program Kokurikuler SDTahun Pelajaran 2018/2019
Azas-azas dan tujuan kegiatan kokurikuler
1.  Azas-azas pelaksanaan kokurikuler
Karena kegiatan kokurikuler tidak perlu disetujui agar siswa lebih memahami dan menghayati bahan materi yang telah dipelajari pada kegiatan intrakurikuler, maka dalam pelaksanaannya harus memperhatikan azas-azas kokurikuler yang telah digariskan oleh Depdiknas RI ini:
  • Harus menunjang langsung pada kegiatan intrakurikuler dan keperluan belajar siswa.
  • Tidak merupakan beban yang berlebihan bagi siswa.
  • Tidak membutuhkan beban tambahan untuk orang tua siswa
  • Memerlukan pengadministrasian, pemantauan (pemantauan) dan Ubah.

Melaksanakan kokurikuler membuatnya tidak menjadi beban yang berlebihan bagi siswa, berarti seseorang dalam memberikan tugaskanlah Mengelola rupa membuat tidak memuat materi yang berlebihan baik materi maupun beban mental. Karena hal tersebut menyebabkan masalah psikologis yang dapat mengganggu siswa antara murung dan gelisah lainnya. Kegiatan kokurikuler harus diterima oleh siswa sebagai hal yang bermanfaat dan menyenangkan.
Seharusnya kokurikuler harus meminta administrasi, mengawasi dan meminta bantuan guru, dan meminta pegadministrasian yang baik. Yang dilakukan dalam bentuk bantuan yang jelas, pencatatan yang teratur, pemantauan dan bimbingan yang baik serta yang tertib. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kegiatan dan hasil pelaksanaan kurikuler.
 2. Tujuan kokurikuler
Menurut Burhan Nurgiantoro "tujuan kokurikuler adalah untuk menunjang program intrakurikuler dan menghayati materi pendukung yang telah didukung pada kegiatan intrakurikuler.
Sementara menurut Winarno Hamiseno, kegiatan kokurikuler mendukung program dukungan intrakurikuler agar siswa dapat lebih menghayati bahan yang telah dipelajarinya serta melatih siswa utuk melak tugas-tugas tradisional yang bertangung jawab.
Berdasarkan dua pendapat tersebut dapatlah penulis simpulkan tujuan kokurikuler sebagai berikut:
  • Menunjang pelaksanaan kegiatan intra kurikuler.
  • Untuk mendalami dan menghayati jenis bahasan yang diundang.
  • Melatih siswa untuk menyelesaikan tugas bertangung jawab.

Sebagai bentuk pelaksanaan kegiatan kokurikuler antara yang lain dapat terdiri dari tugas pengantaran rumah kelompok atau perorangan.
Untuk lebih jelasnya akan diuraikan sebagai berikut:
  • Pemberian tugas oleh Kelompok, Pemberian tugas kelompok diarahkan untuk mengembangkan sikap gotong royong harga dukungan, tenggang rasa, kerja sama, yang akhirnya dapat membuat siswa menjadi anggota masyarakat yang baik.
  • Pemberian tugas perorangan, Diarahkan pada pengembangan akal, Atasan minat serta kemampuan siswa agar dapat mandiri.

JENIS-JENIS KEGIATAN KOKURIKULER SD
Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan yang sangat erat dan menunjang serta membantu kegiatan intrakurikuler. Kegiatan-kegiatan kokurikuler ini dilaksanakan di luar jadwal intrakurikuler dengan maksud agar siswa lebih memahami dan memperdalam pembelajaran yang ada dalam program intrakurikuler. Berikut Jenis-jenis Kegiatan kokurikuler di masing-masing mata pelajaran di SD adalah sebagai berikut: 
1.  Pendidikan Agama Islam

  • Membuat materi pelajaran
  • Membuat kliping
  • Memajang Hasil Karya di Pajangan Kelas
  • Mengisi lembar tugas tentang isi ceramah lewat mimbar khutbah jum'at
  • Mengisi lembar tugas tentang kegiatan bulan Ramadhan
  • Menyelesaikan soal-soal pekerjaan rumah
  • Menyalin ayat atau surat pilihan.
  • Kegiatan Solat berjamaah
  • Tugas-tugas lain yang dapat membantu siswa untuk memiliki tugas bertanggung jawab.

2.  Pendidikan Kewarganegaraan

  • Tugas wawancara dengan narasumber
  • Melakukan tugas
  • Membuat kliping
  • Memajang Hasil Karya di Pajangan Kelas
  • Menyelesaikan soal-soal pekerjaan rumah dan tugas-tugas kelompok
  • Tugas-tugas lain yang dapat membantu siswa untuk memiliki tugas bertanggung jawab.

3.  Pendidikan Bahasa Indonesia

  • Kegiatan literasi (15 menit sebelum belajar) dalam rangka pembiasaan gemar membaca
  • Tugas wawancara dengan narasumber
  • Melakukan tugas-tugas pembiasaan Berbahasa Indonesia di Lingkungan sekolah
  • Membuat kliping
  • Memajang Hasil Karya di Pajangan Kelas
  • Memajang Hasil Karya di Majalah Dinding
  • Menyelesaikan soal-soal pekerjaan rumah dan tugas-tugas kelompok
  • Tugas-tugas lain yang dapat membantu siswa untuk memiliki tugas bertanggung jawab.

4.  Matematika

  • Latihan-latihan soal
  • Menyelesaikan soal-soal pekerjaan rumah dan tugas-tugas kelompok
  • Memajang Hasil Karya di Pajangan Kelas

5.  Ilmu Pengetahuan Alam

  • Kegiatan literasi
  • Membuat materi pelajaran
  • Membuat kliping
  • Memajang Hasil Karya di Pajangan Kelas / Majalah dinding
  • Mengisi lembar-lembar observasi
  • Menyelesaikan soal-soal pekerjaan rumah
  • Menyelesaikan tugas-tugas kelompok
  • Tugas-tugas lain yang dapat membantu siswa untuk memiliki tugas bertanggung jawab.

6.  Ilmu Pengetahuan Sosial

  • Kegiatan literasi 
  • Membuat materi pelajaran
  • Membuat kliping
  • Memajang Hasil Karya di Pajangan Kelas / Majalah dinding
  • Mengisi lembar-lembar observasi
  • Menyelesaikan soal-soal pekerjaan rumah
  • Menyelesaikan tugas-tugas kelompok
  • Tugas-tugas lain yang dapat membantu siswa untuk memiliki tugas bertanggung jawab.

7.  Seni Budaya dan Keterampilan

  • Kegiatan literasi 
  • Pengamatan hasil karya seni orang lain
  • Membuat karya sederhana
  • Pementasan / Pameran Seni
  • Memajang Hasil Karya di Pajangan Kelas / Majalah dinding
  • Mengisi lembar-lembar observasi
  • Menyelesaikan soal-soal pekerjaan rumah
  • Menyelesaikan tugas-tugas kelompok
  • Tugas-tugas lain yang dapat membantu siswa untuk memiliki tugas bertanggung jawab.

8.  Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

  • Kegiatan P3K dan Dokter Cilik
  • Kegiatan lomba dan pertandingan dalam kejuaraan
  • Memajang Hasil Karya di Pajangan Kelas / Majalah dinding
  • Mengisi lembar-lembar observasi
  • Menyelesaikan soal-soal pekerjaan rumah
  • Menyelesaikan tugas-tugas kelompok
  • Tugas-tugas lain yang dapat membantu siswa untuk memiliki tugas bertanggung jawab.

9. Muatan Lokal

  • Kegiatan literasi 
  • Pengamatan hasil karya seni orang lain
  • Membuat karya sederhana
  • Pementasan / Pameran hasil karya
  • Memajang Hasil Karya di Pajangan Kelas / Majalah dinding
  • Mengisi lembar-lembar observasi
  • Menyelesaikan soal-soal pekerjaan rumah
  • Menyelesaikan tugas-tugas kelompok
  • Tugas-tugas lain yang dapat membantu siswa untuk memiliki tugas bertanggung jawab.