Kamis, 21 Januari 2021

Menyongsong AKM

Bagaimana persiapan kita (guru) dalam menyongsong AKM yang akan dimulai tahun ini.



Sudah terbiasakah murid-murid kita?


Sudahkah jadi budaya pembelajaran dan penilaian kita?

AKM adalah asesmen/penilaian hasil belajar. Misalnya, untuk kelas 5 (yang akan dilaksanakan pada Agustus 2021) berarti konten konseptualnya meliputi materi kelas 4 dan sebelumnya.

Pada Guru Belajar seri AKM guru akan ikut melatih Literasi, selain itu latihan juga membuat soal-soal AKM sesuai level-level dan diberikan contoh soal-soalnya.

AKM berbeda dari UN yang selama ini diterapkan, AKM tidak menilai prestasi individu siswa, juga tidak memetakan peringkat individu siswa, sekolah, maupun daerah, melainkan memotret mutu pembelajaran di sekolah dan kelas. Hasil AKM dipakai sebagai cermin untuk melihat kelebihan dan kekurangan sekolah dalam mengelola pembelajaran.

AKM tidak dipakai sebagai alat untuk menjatuhkan vonis siswa naik kelas/lulus atau tidak naik kelas/lulus, melainkan memotret tingkat keterampilan berpikir siswa. Yang diukur tingkat keterampilan berpikir, bukan penguasaan materi pelajaran. Oleh karena itu, komponen AKM hanya literasi membaca dan literasi numerasi/matematik.

Seperti asesmen diagnostik. Ini sebenarnya ilmu abadi, bahwa sebelum mengajar, guru mesti mengetahui kecakapan awal siswa. Hanya saja, praktik pendidikan kita sudah dan sedang (semoga tidak akan selalu) mengkhianati ilmu pendidikan.

Asesmen nasional sendiri terdiri dari tiga bagian yaitu 

1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), 

2. Survei Karakter 

3. Survei Lingkungan Belajar.

Diterapkannya kebijakan ini merupakan penanda perubahan paradigma evaluasi pendidikan dan peningkatan sistem evaluasi pendidikan. 

Tujuan utamanya mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah kompetensi yang benar-benar minimum, dimana melalui AKM kita bisa memetakan sekolah-sekolah di daerah berdasarkan kompetensi minimum yang harus dipersiapkan.

Kompetensi Minimun adalah kompetensi dasar yang dibutuhkan murid untuk bisa belajar, apapun materinya dan apapun mata pelajarannya. Sehingga materi AKM ada dua yaitu terkait literasi atau baca tulis, serta literasi numerasi.

Literasi yang dimaksudkan di sini bukan sekedar kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep di balik tulisan tersebut. 

Sedangkan numerasi adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka. Serta menekankan literasi dan numerasi bukan tentang mata pelajaran bahasa atau matematika, melainkan kemampuan murid agar dapat menggunakan konsep literasi ini untuk menganalisa sebuah materi.

AKM dan Survei Karakter terdiri dari soal-soal yang mengukur kemampuan bernalar menggunakan bahasa, kemampuan bernalar menggunakan numerasi, dan penguatan pendidikan karakter. 

AKM dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi.

Kedua aspek kompetensi minimun ini, lanjutnya, menjadi syarat bagi peserta didik untuk berkontribusi di dalam masyarakat. Terlepas dari bidang kerja dan karir yang ingin mereka tekuni di kemudian hari.

Substansinya, AKM sama sekali berbeda dari UN.

Kesan bahwa AKM adalah pengganti UN sempat muncul lantaran dulu Mas Menteri sempat menyatakan bahwa UN akan ditidakan mulai 2021 (yang ternyata dimajukan oleh Covid pada 2020 kemarin) dan sebagai gantinya nanti akan diselenggarakan AKM.

Dilain hal katanya, K-13 itu menuntut guru menginspirasi murid, bukan menggurui. Bukunya bagaimana?


Katanya, K-13 itu mendorong siswa untuk belajar dari berbagai sumber, tidak terpaku pada guru dan buku tunggal. Kalau bukunya sendiri meninabobokan siswa dengan one-stop learning, bagaimana?


Beberapa contoh isi buku siswa (K-13) tadi adalah wajah K-13 yang selalu memprihatinkan.

Mestinya (haha, seperti pakar saja!) buku itu berisi resep-resep untuk mencari, mengolah, dan mengonstruksi pengetahuan; bukan malah berisi "fast food" pengetahuan. Itu kalau benar K-13 memakai pendekatan saintifik.

Teka-tekinya = pertanyaan di baris paling atas itu: konsep apa yang hendak saya ajarkan (dengan menyajikan tiga kalimat [sebagai fakta] tersebut)?

Di buku (termasuk buku siswa K-13, kelas berapa saya lupa) biasanya begini konstruksinya:

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada awal kalimat.

Contoh:

1) Ibu mencangkul di ladang.

2) Ayah memasak bakmi goreng.

3) Adik menambal ban sepeda.


Seperti itukah,,,

Jika ya, pelajaran akan cepat selesai. Anak-anak cepat tahu. Terus siap-siap ulangan.

Namun, dikhawatirkan (dan sudah terjadi) mereka menjadi generasi instan. Mendapatkan pengetahuan instan, mendapatkan nilai bagus instan, mendapatkan sekolah favorit instan, mendapatkan titel instan. 

Giliran mendapatkan masalah, ... berlarut-larut tak kunjung menemukan solusi. Apa sebab? Kurang terbiasa berpikir analitis.

Pada akhirnya...

UNTUK MENYONGSONG AKM, TIDAK ADA JALAN LAIN KECUALI MEMBENAHI PROSES PEMBELAJARAN KITA.

AKM itu penilaian kognitif HOTS. Adalah kesalahan besar jika anak-anak diantarkan ke asesmen HOTS lewat jalan pembelajaran LOTS.


Jumat, 08 Januari 2021

PUBLIC SPEAKING SEBAGAI KUNCI KEBERHASILAN PEMIMPIN


Efektifitas dalam public speaking merupakan metode untuk mengggerakan orang banyak pada sebuah tujuan.


Dan dengan metode yang tepat ini, semua orang akan turut serta tergerak melakukan sesuatu seperti yang diarahkan kepadanya.


Untuk itu sangatlah penting bagi seorang pemimpin untuk menguasai ilmu public speaking.


Seorang pemimpin yang amanah dan pandai berkomunikasi dengan anggotanya tentunya akan lebih mampu memanage organisasi yang dipimpinnya dengan lebih baik.


Saya pribadi tidak mengatakan bahwa seorang pemimpin yang pendiam tidak akan berhasil ... tentu tidak.


Dan kemampuan public speaking sebenarnya tidak terlalu berhubungan dengan (maaf) cerewet atau tidaknya seseorang.


Public speaking yang merupakan sebuah ilmu yang bisa dikuasai dengan berlatih, akan bisa dikuasai oleh semua orang, selama orang tersebut mau mempelajari dan mempraktikkan ilmu public speaking tsb.


Nahh ... Sebagai pengalaman dalam berkomunikasi dengan anggota 


Kadang kita sudah bertiket baik dan berusaha mengajak komunikasi untuk koordinasi kemudian di cuekin ..

πŸ’•πŸ’•πŸŒ·


Ini sering terjadi dan ada beberapa rekan yang pernah menanyakan ...

Dan saya selalu menyarankan hal yang sama ...


✨✨✨

Yang penting niat kita baik, 

Kemudian ... Tetaplah konsisten ...


Dan ...

Tetap melakukan komunikasi tersebut dengan baik.

(Jangan mengakhiri dengan kata-kata mencela, marah dsb.

Karena orang dewasa lebih mudah tergores dengan kebaikan, dan lebih mudah tersinggung dengan kata-kata kasar).


Enggan berbicara dengan atasan atau yg lebih tua,sering merasa segan walau terkadang tau yg dikatakan orang itu tidak benar,cuma takut menyangkal karena atasan atau orang yg lebih tua,

😁😁😁

Yang salah akan tetap salah, Bunda.


Jadi meskipun kita tidak mengatakannya, orang selain kita juga akan tetap tau bahwa yang dikatakan 'orang tersebut' belum tentu benar.


Kita bisa saja mengingatkan saat seseorang mengatakan hal yang salah, tapi terkadang norma kita letakkan jauh di atas.


Saran saya, jika kesalahan tsb adalah sesuatu yang fatal, jangan sungakan untuk mengingatkan.

Namun tetap dengan cara yang baik dan melihat sikon.


Contoh, kita mengingatkan ketua yayasan, jangan lakukan itu di depan rapat guru.

Tapi mungkin setelah rapat berakhir, kita bisa menyampaikan dengan baik .


Grogi bisa dihilangkan dengan membiasakan diri sharing atau bicara di depan umum ...


Silahkan dicoba 😍❤️


Berikut ada 5 hal yang bisa kita lakukan agar kita bisa berkomunikasi dengan baik pada anggota kita ... (Saat kita memimpin, baik sama kelompok kecil maupun dalam lingkup yang besar) ...

✨✨


1. Hilangkan jenjang antara kata-kata dan tindakan.


✨✨


Semua adalah berhubungan dengan kepercayaan.


Ketika kita ingin anggota kita mengikuti kepemimpinan maka antara apa yang kita katakan dengan apa yang kita lakukan haruslah berkesinambungan.


Dan kita memang perlu untuk selalu memulai dari sekarang untuk menghilangkan jarak antara kata-kata dan tindakan.

✨✨


2. Sederhanakan yang rumit.


✨✨


Tidak semua kata-kata yang berbelit-belit itu elegan.


Kesederhanaan dan tidak ribet sebanarnya merupakan hal yang berpengaruh dalam kepemimpinan.


Tidak semua orang bisa memahami saat kita mengatakan sesuatu dengan berbelit-belit.


Pemimpin yang menguasai ilmu public speaking akan menyederhanakan pemikiran dan strategi menjadi sederhana dan mudah diingat oleh anggotanya.


Jadi kesederhanaan ini bukan hanya dalam menyampaikan instruksi, namun juga dalam menjelaskan apa yang diinginkan oleh sang pemimpin.


Tujuan utama sebuah kepemimpinan adalah anggota memahami apa yang harus dilakukannya, dan tujuan itu tidak mungkin tercapai jika untuk memahami kata-kata pemimpinnya saja sulit.

✨✨


3. Dapatkan bahasa Anda sendiri.


✨✨


Gunakan bahasa yang memang bisa dipahami. Bukan bahasa formal tingkat tinggi yang saat dicerna saja susah.


Semisalada di komunitas orang yang 100% berbahasa Melayu, maka saat rapat, tidak mengapa menggunakan bahasa daerah.


Bahasa yang akrab namun tetap santun akan memberikan efek baik bagi kelancaran komunikasi.

✨✨


4. Memiliki kemampuan untuk “terlihat”


✨✨


Kemampuan untuk terlihat ini akan menjadikan anggota kita mampu merasakan kehadiran kita.


Kita bisa saja sebagai pemimpin berkomunikasi lewat message, tanpa harus terlihat atau berinteraksi dengan yang kita kirimi pesan ...


Namun ... kita harus ingat bahwa anggota kita memerlukan kehadiran kita.


Tidak semua anggota kita memiliki kapasitas untuk memahami instruksi dan tugas hanya dalam 1 kali penyampaian.


Saat orang ingin memberikan dan melakukan yang terbaik, namun tidak ada tempat bertanya, bisa jadi hal itu menjadi tekanan baginya dan ... bisa mengakibatkan stress.


Dan kalau ada anggota kita yang seperti itu ... dan akhirnya pekerjaan terbengkalai ... yang paling rugi adalah sang pemimpin.


Seorang pemimpin hendaknya menyediakan waktu untuk bercakap-cakap dengan rekan kerja dan anggota.


Sangatlah penting saat kita memperlihatkan bahwa kita terlibat dan peduli dengan mereka.


Yang terakhir ...

✨✨


5. Perhatikan dengan mata dan telinga


✨✨


Jangan selalu berjalan tanpa istirahat ..


Sesekali berhentilah, kemudian melihat dan mendengar ...


Kita harus mengingat bahwa komunikasi yang baik adalah yang dilakukan dengan dua arah.


Pemimpin yang baik tahu bagaimana menanyakan pertanyaan yang baik dan kemudian mendengarkan dengan mata dan telinga.


Dan ... ada hal pentingnya adalah sehubungan dengan kepercayaan dan komunikasi ini ...


Sebagai pemimpin ... sedapat mungkin jangan pernah menggunakan telinga untuk melihat.

☝️☝️☝️

Maksud dari kalimat ini.


Mendengar bisikan dari tetangga...


Langsung percaya omongan orang lain tanpa melihat sendiri faktanya.


Jgn cepat terpengaruh oleh masukan orang lain tanpa mengecek kebenarannya. Jadi harus dikonfirmasi dulu.


Kita sebagai pemimpin adalah orang yang memang harus bisa dijadikan pegangan bagi SEMUA anggota kita.


Bisa bayangkan, betapa sedihnya seseorang yang difitnah ...


Dan apalagi hal itu ditanyakan oleh pemimpin kita yang seharusnya menjadi pelindung kita ...


Dan karena itulah, kita sebagai pemimpin harus Wise.


Andaipun ingin melakukan klarifikasi, lakukan dengan baik.

Bukan dengan menuduh atau menyudutkan.


Dan memang ilmu public speaking sangat diperlukan di sini ...

 Trik  trik untuk memberanikan diri berkomunikasi dengan atasan atau orang orang penting.

triknya hanya satu:

Harus punya sesuatu yang membuat berguna dulu di mata pimpinan saya.


Dengan begitu PeDe akan timbul dengan sendirinya.


Namun kalau ditanyai mengenai TIPS:

Hanya menyarankan satu hal, selama kita sudah melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik, maka tidak ada alasan bagi kita untuk berkecil hati saat bertemu dan berkomunikasi dengan pimpinan kita.


Sosok pemimpin dengan kejujuran..


Memiliki integritas.

Dan pemimpin juga harus memiliki integritas sebagai pemimpin.


Perkataan dan perbuatannya harus sepadan.


Kalau sdh merasa tertekan kerjanya tidak ikhlas dan hasilnya tidak akan maksimal.

Dan pemimpin yang baik akan menyadari itu.


Dari apa yang kita sharingkan bersama, semoga dapat sedikit banyak memberi wawasan  pada kita dalam ilmu public speaking khususnya mengenai bagaimana berkomunikasi dengan baik saat kita menjadi pemimpin ...πŸ’•πŸ’•


Doa terbaik saya ...

Semoga kita semua diberi kemudahan dalam belajar dan menuntut ilmu ... diberi kesempatan untuk terus mengembangkan diri ... agar kita dapat selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anak didik kita. aamiin ... πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Semoga kita juga diberi rezeki yang melimpah oleh Allah SWT ... agar semakin leluasa dalam melakukan kebaikan ...

🌸🌸🌸


Semoga bermanfaat

πŸ‘πŸ‘πŸ’•