Selasa, 28 Desember 2021

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BAHASA ARAB KOMUNIKATIF

 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BAHASA ARAB KOMUNIKATIF

Fokus dari materi ini adalah tentang bagaimana mengembangkan perangkat pembelajaran yang berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) atau dalam istilah lain Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) komunikatif untuk pembelajaran bahasa Arab. Dalam hal ini, saya lebih memilih menggunakan istilah LKS, daripada LKPD dengan alasan lebih familiar.

Adapun cakupan materi seminar ini adalah sebagai beikut:

1.  Definisi perangkat pembelajaran

2.  Lembar Kerja Siswa (LKS) Bahasa Arab sebagai salah satu perangkat pembelajaran

3.  Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Bahasa Arab Komunikatif


1.  DEFINISI PERANGKAT PEMBELAJARAN

Apakah perangkat pembelajaran itu?

Banyak teori yang menjelaskan tentang definisi perangkat pembelajaran. Salah satu di antaranya, yaitu teori yang dikemukakan oleh Nazarudin (2007: 111) yang menyebut bahwa perangkat pembelajaran adalah segala sesuatu atau beberapa persiapan yang disusun oleh guru baik secara individu maupun berkelompok agar pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran dapat

dilakukan secara sistematis dan memperoleh hasil seperti yang diharapkan, sedangkan perangkat pembelajaran yang dimaksud terdiri atas Analisis Pekan Efektif, Program Tahunan, Program Semester, Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Kriteria Ketuntasan Minimal.

Teori lain yang dikemukakan Zuhdan, dkk (2011: 16) menyebut bahwa perangkat pembelajaran adalah alat atau perlengkapan untuk melaksanakan proses yang memungkinkan pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran.

Dari kedua teori di atas, kita dapat mengambil benang merah bahwa secara sederhana, perangkat pembelajaran dipahami sebagai perangkat atau perlengkapan apa saja yang digunakan dalam kegiatan / proses pembelajaran, dapat berupa RPP, Silabus, Program Tahunan, bahkan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk kegiatan penilaian hasil belajar siswa.

Adapun perangkat pembelajaran yang dibahas dalam materi seminar ini adalah adalah Lembar Kerja Siswa (LKS) pada mata pelajaran Bahasa Arab.

Selanjutanya yaitu pembahasan materi tentang “LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BAHASA ARAB SEBAGAI SALAH SATU PERANGKAT PEMBELAJARAN.”

2.  LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BAHASA ARAB SEBAGAI SALAH SATU PERANGKAT PEMBELAJARAN

Definisi Lembar Kerja Siswa (LKS)

Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan panduan siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau penyelesaian masalah. Lembar kerja siswa bisa dalam bentuk panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif ataupun panduan untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan eksperimen atau demonstrasi.

Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan lembaran-lembaran yang berisi tugas yang wajib dikerjakan oleh siswa. LKS pada umumnya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas. Sebuah tugas yang diperintahkan dalam lembar jelas kompetensi dasar yang akan dicapainya.

LKS berisi sekumpulan kegiatan mendasar yang wajib dilaksanakan oleh siswa untuk memaksimalkan pemahaman dalam upaya pembentukan kemampuan dasar sesuai indikator pencapaian hasil belajar yang harus ditempuh (Trianto, 2010: 111).

LKS bisa digunakan untuk mata pelajaran apa saja. Tugas-tugas sebuah lembar kegiatan tidak bisa dikerjakan oleh siswa secara baik jika tidak dilengkapi dengan buku lain atau referensi lain yang terkait dengan materi tugasnya (Madjid, 2007: 177).

Sistematika Lembar Kerja Siswa (LKS)

a.  Judul 

b.  Pengantar

c.  Tujuan Kegiatan

d.  Alat dan bahan

e.  Langkah Kegiatan

Struktur Lembar Kerja Siswa (LKS)

LKS setidaknya memuat hal-hal sebagai berikut:

a.  Judul

b.  Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru)

c.  Kompetensi yang akan dicapai

d.  Informasi pendukung

e.  Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja

f.  Penilaian

Langkah-langkah penulisan Lembar Kerja Siswa (LKS)

a.  Melakukan analisis kurikulum; kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan materi pembelajaran.

b.  Menyusun peta kebutuhan LKS

c.  Menentukan judul LKS

d.  Menulis LKS

e.  Menentukan alat penilaian

3.  “PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BAHASA ARAB KOMUNIKATIF.”

Definisi Lembar Kerja Siswa (LKS) bahasa Arab Komunikatif

Lembar Kerja Siswa (LKS) bahasa Arab komunikatif adalah LKS yang diperuntukkan untuk mata pelajaran bahasa Arab, yang disusun berdasarkan empat aspek keterampilan berbahasa Arab yang dapat membuat siswa menjadi terlatih untuk dapat berkomunikasi dalam bahasa Arab, baik komunikasi lisan maupun komunikasi tulis.

Istilah Lembar Kerja Siswa (LKS) bahasa Arab komunikatif sengaja saya highlight dalam materi seminar ini dengan harapan LKS bahasa Arab ke depannya, disusun berdasarkan fungsi komunikatif dari bahasa Arab itu sendiri. Dalam arti, LKS bahasa Arab disusun dengan mempertimbangkan aspek keterampilan berbahasa Arab, baik keterampilan mendengar, berbicara, membaca dan menulis.

Langkah-langkah menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS) bahasa Arab Komunikatif


Langkah-langkah penyusunan LKS bahasa Arab komunikatif tidak jauh berbeda dengan LKS biasa pada umumnya. Hanya saja, LKS bahasa Arab komunikatif ini lebih menekankan latihan aspek komunikasi dalam bahasa Arab.

Adapun langkah-langkah penyusunan LKS bahasa Arab komunikatif sebagai berikut:

a.  Melakukan analisis kurikulum bahasa Arab yang berlaku pada tingkat satuan pendidikan tertentu (misalnya SD/MI, SMP/MTS dan SMA/MA) sesuai dengan LKS yang akan disusun.

b.  Mempelajari kompetensi inti dan kompetensi dasar yang memuat empat aspek keterampilan berbahasa Arab (mendengar, berbicara, membaca dan menulis)

karena keterampilan berbahasa ada 4, maka keterampilan-keterampilan tersebut harus dicover pada soal-soal latihan yang ada pada LKS

c.  Mempelajari indikator

d.  Mempelajari materi pembelajaran

e.  Menyusun peta kebutuhan LKS

f.  Menentukan judul LKS

g.  Menulis LKS

h.  Menentukan alat penilaian

Langkah-langkah Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) bahasa Arab Komunikatif

1.  Melakukan analisis kebutuhan (needs assessment) terhadap LKS Bahasa Arab Komunikatif melalui survei lapangan.

2.  Membuat desain LKS Bahasa Arab Komunikatif

3.  Memvalidasi desain LKS Bahasa Arab Komunikatif oleh pakar atau ahli untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan desain LKS

4.  Melakukan uji coba penggunaan LKS Bahasa Arab Komunikatif secara terbatas

5.  Melakukan uji coba coba penggunaan LKS Bahasa Arab Komunikatif lebih luas

6.  Mencetak LKS Bahasa Arab Komunikatif secara massal

nah, lazimnya untuk mengembangkan sebuah bahan ajar, LKS, kurikulum, dan sebagainya itu kita menggunakan metode penelitian pengembangan atau Research and Develepment (R&D)

KESIMPULAN

Pembelajaran bahasa Arab sebaiknya diorientasikan ke arah pembelajaran yang bersifat komunikatif. Di mana, dalam pembelajaran komunikatif, siswa dilatih untuk terbiasa melakukan komunikasi dengan menggunakan bahasa Arab, baik dalam komunikasi secara lisan maupun tertulis.

Pembelajaran bahasa Arab komunikatif antara lain membutuhkan perangkat pembelajaran yang komunikatif.

Lembar Kerja Siswa (LKS) bahasa Arab perlu dikembangkan agar dapat mencapai tujuan pembelajaran bahasa Arab yang semestinya, yaitu membuat siswa dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Arab, baik komunikasi tulis, maupun komunikasi lisan.

Lembar Lembar Kerja Siswa (LKS) bahasa Arab Komunikatif setidaknya memuat latihan yang mengcover empat aspek keterampilan berbahasa Arab, yaitu:

-  Keterampilan menyimak (مهارة الاستماع)

-  Keterampilan berbicara (مهارة الكلام)

-  Keterampilan membaca (مهارة القراءة)

-  Keterampilan menulis (مهارة الكتابة)

POLA PIKIR

POLA PIKIR YANG MEMBAWA KESUKSESAN HIDUP

Setiap individu memiliki pola pikir atau mindset yang berbeda-beda. 

Ada individu yang setiap harinya selalu dipenuhi dengan pola pikir yang negatif dan ada juga para individu yang selalu mencoba untuk memiliki pola pikir yang positif. 

Biasanya, mereka yang cenderung memiliki pola pikir negatif akan selalu bersikap tidak ramah dan mencoba untuk mengkritik segala hal yang mereka lihat, dengar, dan rasakan. 

Pola pikir positif akan selalu berusaha untuk berpikir tenang dan fokus dalam mencari solusi di setiap permasalahan. 

Mereka tidak mencoba untuk membesar-besarkan masalah atau membuatnya menjadi semakin rumit. Meskipun begitu, kita memerlukan kedua pola pikir tersebut, positif dan negatif. 

Ada kalanya kita harus berpikir kritis, tidak mudah percaya akan suatu hal, dan ada saatnya kita harus berpikir tenang, fokus tanpa menghakimi sesuatu secara berlebihan.

Keduanya sangat kita perlukan untuk kehidupan kita. Namun, sebenarnya pola pikir seperti apa sih yang benar-benar bisa membawa kita pada kesuksesan hidup yang kita inginkan? 

1. Pola Pikir: Ingin Bertumbuh dan Berkembang.

Pola pikir pertama dan yang paling utama adalah pola pikir untuk berkembang atau bertumbuh. 

Bertumbuh dan berkembang disini harus dibedakan dengan konteks yang dialami oleh tanaman ya😁

Manusia dengan akal dan pikiran yang mereka miliki akan memiliki potensi untuk terus dapat meningkatkan diri mereka menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. 

Pola pikir yang seperti ini dapat membawa seluruh jiwa raga kita untuk terus maju dan berusaha memperbaiki diri dalam meraih apa yang kita inginkan.

2. Pola Pikir: Berani Mengambil Risiko. 

Kesuksesan akan sulit dimiliki oleh mereka yang pengecut, terutama takut untuk mengambil risiko kehidupan.

Logikanya, bagaimana mau sukses jika kita tidak mau keluar dari zona nyaman? Dan, bagaimana kita bisa sukses jika tidak mau belajar untuk merasakan kegagalan? 

Hindari pola pikir yang kaku dan tidak fleksibel, karena pola pikir yang seperti ini hanya akan membuat kita menganggap bahwa kehidupan yang kita miliki sekarang adalah yang paling baik dan sudah sangat cukup. Sehingga, muncul rasa ‘kepuasan’ di dalam diri kita, dan perasaan cepat puas seperti ini hanya akan membuat hidup kita tidak maju kemana-mana. Terus berdiam di tempat seperti kubangan air yang tidak mengalir, dan lama-lama akan menjadi air yang keruh. 

3. Pola Pikir: Tidak Malu untuk Belajar dari Kesalahan.

Setelah memiliki pola pikir yang berani untuk keluar dari zona nyaman, peluang kita untuk melakukan kesalahan pasti akan sangat tinggi. 

Dari kehidupan yang stabil dan tentram, tiba-tiba kita mencoba hal-hal baru yang membawa kita pada dunia yang baru. Sebagai pemula, kita akan membuat banyak kesalahan-kesalahan baru yang dapat kita pelajari. 

Namun, orang-orang sukses tidak pernah takut akan hal ini. Mengapa? Karena mereka adalah orang-orang yang berani belajar dari setiap kesalahan yang mereka perbuat. Dan, sikap inilah yang bisa membawa mereka menuju kesuksesan hidup yang diinginkan.

4. Pola Pikir: Selalu Ingin Tahu Banyak Hal. 

Setiap orang yang ingin mendapatkan kesuksesan hidup, sangat perlu memiliki pola pikir seperti ini. Mungkin rekan pembaca sudah sangat familiar dengan kata ‘kepo’? Nah, daripada menjadi seorang yang kepo dengan hal-hal yang kurang bermanfaat, lebih baik kita menjadi pribadi yang kepo dengan hal-hal positif, ilmu pengetahuan, dan informasi-informasi penting yang bisa mendorong kita menjadi orang sukses. 

Rasa kepo atau rasa ingin tahu yang ditempatkan dengan baik akan mengubah kita menjadi pribadi yang berpengetahuan luas, berpikir luas dan terus berkembang menjadi lebih baik.

5. Pola Pikir: Selalu Bersyukur dan Tidak Iri terhadap Keberhasilan Orang Lain. 

Untuk meraih kesuksesan hidup, kita memang dituntut untuk menjadi pribadi yang tidak mudah merasa ‘puas’, sehingga kita terus melakukan berbagai macam usaha untuk meningkatkan kualitas diri dan meraih lebih banyak pencapaian hidup. Namun, bukan berarti hal itu harus menjauhkan kita dari ‘rasa bersyukur’. 

Para orang sukses tidak akan pernah lupa untuk bersyukur terhadap apa yang mereka miliki sekarang. Selain itu, mereka juga tidak pernah merasa iri dan dengki terhadap apa yang dimiliki orang lain, namun tidak ada pada diri mereka. Orang-orang sukses akan fokus terhadap apa yang mereka miliki, bukan dengan apa yang tidak mereka miliki. 

6. Pola Pikir: Berpikir Positif dan Menyebarkan Hal-hal Positif. 

Pernah tidak mendengar sebuah analogi bahwa “apa yang kita ucapkan adalah cerminan dari apa yang ada di dalam otak kita”. Ini benar loh! Orang-orang sukses akan selalu berusaha untuk berpikir positif, sehingga mereka juga bisa membawa kebaikan kepada orang-orang di sekitarnya. 

Hal terpenting lainnya, kita perlu mengelilingi diri kita dengan orang-orang yang berpikir dan berperilaku positif, sehingga kita pun akan ikut menjadi orang yang baik dan positif seperti mereka. Perlu kita ingat bahwa kebaikan dan kejahatan itu menular, jadi terserah kepada kita ingin tertularkan dengan hal yang positif atau negatif. 

7. Pola Pikir: Selalu Ingin Hidup Sehat. 

Kenyataannya, bukan hanya pikiran kita loh yang perlu untuk dijaga kesehatannya, namun fisik kita juga harus selalu sehat. Logikanya, bagaimana bisa kita meraih kesuksesan yang kita inginkan, jika kita selalu jatuh sakit dan tidak menjaga kesehatan dengan baik? Hal ini membuat para orang sukses selalu ingin menjaga kesehatan tubuh mereka, karena tubuh yang sehat adalah kunci mencapai kesuksesan

8. Pola Pikir: Tetap Bersemangat walaupun Dunia Tidak Bersahabat. 

Tantangan atau rintangan sekecil atau sebesar apapun, tidak akan pernah bisa menjatuhkan semangat orang-orang yang sudah bertekad untuk mendapatkan kesuksesan hidup mereka. Ini penting loh! Pola pikir yang terus membuat kita bersemangat akan membuat kita semakin dekat dengan kesuksesan yang diharapkan. 

Baik sahabat, 

Sebagai kesimpulan, Dari 8 pola pikir di atas, apakah rekan pembaca sudah memiliki semuanya? Jika belum, Yuk terus bersemangat untuk melatih diri kita dalam meraih kesuksesan dengan mempunyai 8 pola pikir hebat.