Selasa, 12 Mei 2020

KEPERCAYAAN DI ORGANISASI

🌸 PENTINGNYA KEPERCAYAAN DALAM ORGANISASI 🌸

Tema kali ini didasari oleh sebuah kata yakni "Percaya" atau "kepercayaan".

Dan kita semua tahu bahwa kata percaya merupakan salah satu hal yang penting dalam menjalani kehidupan sosial maupun pribadi kita.

Dan kali ini kata percaya akan kita hubungkan dengan lembaga atau organisasi dimana di dalam organisasi, ada pimpinan, ada anggota, dan kemudian ada garis halus yang menghubungkan person di dalam organisasi dan di luar organisasi

Sebuah organisasi atau lembaga terbentuk karena sudah ada kepercayaan di dalamnya.

Dan setelah organisasi terbentuk, tinggal bagaimana orang-orang di dalam lembaga itu membangun kepercayaan yang ada.

Yang membedakan kualitas hubungan internal dalam sebuah organisasi salah satunya adalah kekuatan kepercayaan yang terbangun di dalam organisasi tsb.

Bila kepercayaan semakin kuat maka hubungan yang dibangun juga akan kuat bahkan bisa mencapai jangka waktu yang panjang, bahkan tanpa batas waktu.

Jika kita hubungkan dengan organisasi,
dalam sebuah organisasi, kepercayaan ini dapat menjadi salah satu dasar yang mendorong agar setiap orang yang bekerja memberikan yang terbaik.

Kepercayaan akan menjadikan anggota berusaha menampilkan high performance dan produktifitas tinggi sehingga alhirnya tujuan dari organisasi atau lembaga bisa terwujud.

Dan pada dasarnya kita semua memang sangat memahami betapa pentingnya kepercayaan itu 👍👍💕

Bisa kita bayangkan, bahwa saat kita berteman dengan seseorang dan kita tidak "percaya" tentu kita tidak akan menceritakan hal-hal yang menurut kita penting padanya.

Kita jadi membatasi komunikasi kita dengan teman tsb.
Mengapa?
Karena tidak ada rasa percaya, yang menimbulkan rasa kurang nyaman dan akhirnya menghambat komunikasi.

Dan jika komunikasi tidak dapat berjalan dengan baik -apalagi dalam sebuah organisasi, maka akan memberi beberapa dampak negatif ...

Berikut ini beberapa dampak yang mungkin akan kita temui di organisasi atau tempat kerja kita akibat komunikasi yang kurang baik:

1. Timbul Kesalahpahaman

Kesalahpahaman muncul apabila masing-masing individu memiliki pemahaman dan persepsi yang berbeda dan tidak mampu menyamakan persepsi masing-masing.

2. Timbul Kesalahan Informasi

Kesalahpahaman juga menimbulkan penerimaan informasi yang salah.
Apabila kesalahpahaman terus berlanjut dan tidak ada pembenaran, seseorang akan terus membawa informasi yang salah.
Kesalahan informasi ini bisa memicu terjadinya permasalahan-permasalahan lainnya yang akan berpengaruh pada hasil kerja yang tidak tepat.

3. Memberikan Kesan yang Negatif

Pesan yang tidak diterima dengan baik oleh penerima pesan dapat berdampak pada munculnya kesan negatif  kepada si pengirim pesan.

4. Memicu Konflik / Perselisihan

Kesan negatif yang melekat terlalu lama pada masing-masing individu yang mengalami kesalahpahaman akan merusak hubungan antar personal.

5.Merenggangkan Hubungan Sosial

Jika sudah berselisih, kemungkinan besar hubungan individu-individu yang berselisih secara otomatis akan merenggang apabila tidak segera dilakukan penyelesaian.

Selain itu, jika komunikasi sudah tidak efektif, seseorang mungkin akan menjadi lebih enggan untuk saling berkomunikasi. Akibatnya, hubungan sosial menjadi renggang.

6. Memicu Timbulnya Konflik Berkepanjangan

Konflik yang berkepanjangan akibat hubungan sosial yang merenggang merupakan akibat paling akhir dan paling berbahaya yang bisa saja timbul hanya karena persoalan komunikasi yang kurang baik.

👆👆👆

Sepertinya mengerikan dampak dari, hanya karena kurang percaya , kemudian kurang komunikasi dan akhirnya berimbas tidak baik pada organisasi.

Apakah Bapak-Ibu pernah menemui ada seorang pimpinan yang tidak terlalu banyak bicara?

Saya pernah ...
Saya pernah mempunyai seorang ketua tim yang pendiam.

Tapi saat ada rapat koordinasi, beliau memberikan instruksi dengan baik. Berkomunikasi dan menunjukkan point-point yang hendak dibahas dengan baik.

Saya hanya ingin menunjukkan bahwa Berkomunikasi bukan berarti orangnya harus cerewet 😁

Namun Bapak-Ibu yang memiliki pimpinan yang cukup aktif dan komunikatif dalam manyampaikan sesuatu, Bapak-Ibu cukup beruntung ... paling tidak, akan lebih transparan dan mudah bagi kita untuk memahami apa yang diinginkannya.

Jadi pimpinan jenis apapun tetap akan mampu menjadi landasan terbangun dan berkembangnya sebuah organisasi , dan ini tetap berhubungan dengan leadership yang dimilikinya.

Nahh ...

Saat kita sudah paham bahwa Kepercayaan itu penting ...
Saat kita sudah sama-sama mengetahui pentingnya komunikasi dan dampak yang mungkin bisa timbul saat kepercayaan dan komunikasi itu terhambat ...

Sekarang waktunya kita untuk sharing ... bagaimana cara kita untuk bisa membangun Kepercayaan itu.

Ada beberapa referensi yang saya rangkum ... dan nantinya bisa menambahi ... 💕

🌸1🌸
Jadilah Transparan dan Konsisten

Baik sebagai pimpinan atau pun anggota, bersikap transparan menjadi pilihan terbaik.
Tentu saja ada tidak semua hal harus kita buka pada semua orang.

Dan sikap konsisten  juga sangat dibutuhkan dalam membangun kepercayaan.

Mungkin Bapak-Ibu pernah melihat orang yang moody.
Rajin klo lagi mood 😁

Dalam sebuah hubungan profesional, orang moody (sekalipun dia pandai)akan tersisihkan oleh orang rajin (meskipun dia tidak terlalu pandai)

🌸2🌸
Memberitahukan Cerita yang Sesungguhnya dan Relevan

Untuk membangun kepercayaan, kita bisa berbagi cerita.

Saat kita bercerita, itu akan sedikit banyak membantu rekan lain mengetahui karakter kita.

🌸3🌸
Hargai Individualisme

Saat kita menghargai orang lain, maka orang akan memiliki gambaran baik tentang kita, menjadi percaya pada kita dan akhirnya mereka pun akan melakukan hal yang sama, menghargai kita.

🌸4🌸
Beri Referensi

Ketidakpastian membuat orang lain tidak nyaman dan mendorong ketidakpercayaan.

Otomatis orang akan memberi penilaian buruk ketika ada kesenjangan informasi, antara harapan dan kenyataan.

Saat seorang pimpinan memberikan gambaran tentang apa yang akan dikerjakan anggotanya dengan baik, memberikan respon berharga dan mempersiapkan anggota untuk menghadapi kemungkinan buruk di masa mendatang,itu akan lebih dapat membangun kepercayaan di antara pimpinan dan anggota.

Semisal kita ada proyek mengerjakan sesuatu ... maka seorang pimpinan jangan hanya memberitahu positifnya saja ... tapi memnginformasikan kemungkinam terburuk apabila rencana tidak berjalan dengan lancar.

Itu akan menjadikan anggota lebih siap mental dan timbul sikap percaya pada pimpinam dan oraganisasi.

Dan yang terakhir adalah:

🌸5🌸
Prioritaskan otoritas Awal

Kepercayaan tidak ada serta merta, karena orang perlu berusaha membuktikan diri bahwa mereka layak dipercaya.

Kredibilitas yang dibangun dengan bantuan referensi dari orang lain, tentu tetap membutuhkan fakta dari apa yang dikerjakan, sehingga membuat orang lain percaya.

💦💦💦🍎💦💦💦
# di

Tidak ada komentar:

Posting Komentar