Sahabat, kurikulum yang kita laksanakan saat ini adalah K-13. Menurut sahabat semua, Apa hubungan antara K-13 dengan literasi?
Perlu diketahui capaian tertinggi dalam implementasi K-13 adalah keterampilan berfikir tingkat tinggi atau disebut ketrampilan abad ke-21.
Agar ketrampilan abad ke-21 ini dimiliki oleh peserta didik kita dibutuhkan 3 hal yakni:
A. Literasi Dasar
B. Kompetensi 4C/4K (kritis, kreatif, komunikasi, dan kolaborasi)
C. Karakter
Itulah hubungannya ..
Sehingga literasi merupakan salah satu unsur penunjang ketercapaian tertinggi dalam implementasi K-13.
Hal di atas bisa digambarkan seperti ini
Lalu ..Mengapa harus 3 hal tersebut?
Yang pertama literasi dasar.
Melalui literasi dasar manusia dapat memahami teks dan konteks kehidupan dalam berbagai aspeknya sehingga berguna dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kedua kompetensi 4C/4K.
Manusia yang memiliki 4 kompetensi dimaksud akan dapat menyikapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks.
Orang yang kritis selalu memiliki cara baru dalam menyelesaikan masalah dengan berpikir lintas disiplin.
Orang yang kreatif tak kan berhenti untuk berinovasi dan mencoba pendekatan baru.
Orang yang kemampuan komunikasinya baik akan mampu menyampaikan gagasan, pertanyaan, ide, dan solusi serta mendapat penerimaan yang baik di lingkungannya.
Orang yang memiliki kemampuan bekerjasama atau berkolaborasi lebih mudah dalam mencapai tujuan, mendayagunakan beragam talenta dan keahliannya.
Ketiga karakter.
Manusia dengan karakter yang baik akan sanggup menghadapi perubahan lingkungan yang cepat.
Seharusnya dalam menumbuhkan budaya literasi ada tahapannya:
1. Persiapan
a. Rapat koordinasi
b. Pembentukan Tim Literasi Sekolah (TLS)
c. Sosialisasi
d. Persiapan Sarana Prasarana
Setelah mencermati gambar di atas .. Sahabat bisa lihat bahwa literasi yg dilaksanakan sahabat baru sebatas pembiasaan.
Nah ..
Pelaksanaannya harus meliputi ketiganya
Berikut strateginya :
Jangan budaya harusdipaksakan...
Menumbuhkanya dilakukan dengan menyenangkan ..
Kalau terpaksa bukan budaya yang tumbuh.
Setelah melewati tahap persiapan, pelaksanaan, kemudian
3. Pemantauan dan dan evaluasi
Pemantauan dan evaluasi dilakukan melalui beberapa teknik, antara lain dokumentasi,
angket/kuesioner, observasi, dan/atau wawancara.
Kita kupas kulitnya dulu sebelum masuk ke literasi pembelajaran.
Karena dari pengalaman banyak guru melaksanakan literasi tanpa tahapan yang jelas dan sebatas pembiasaan.
Ini adalah tabel pemantauan dan evaluasi
karena tahapan tersebut sangat penting untuk mengetahui tingkat ketercapaian kegiatan literasi yang dilakukan sekaligus sebagai acuan pelaksanaan tindak lanjut?
4. Tindak lanjut
Hasil pemantauan dan evaluasi dapat dicermati sebagai bahan refleksi. Tindak lanjuti diwujudkane dengan penyusunan perencanaan lanjutan dalam hal kegiatan berliterasi
Kita sudah mulai masuk intinya nih!!!
Apa sesungguhnya tujuan literasi pembelajaran?
Bagaimana caranya untuk mengetahui bahwa pembelajaran yang kita laksanakan sudah memuat kegiatan literasi?
Apakah hanya dengan melaksanakan kegiatan 15 menit membaca sebelum masuk pembelajaran sudah dikatakan melakukan literasi pembelajaran?
Tujuan literasi pembelajaran adalah untuk membangun pemahaman peserta didik, ketrampilan menulis, dan ketrampilan komunikasi secara menyeluruh sehingga terjadi pengembangan karakter dan ketrampilan berfikir tingkat tinggi.
selanjutnya ..
Untuk mengetahui apakah pembelajaran yang telah kita lakukan sudah memuat literasi ada ciri-cirinya.
Karakteristik pembelajaran yang telah menerapkan literasi adalah sebagai berikut!
1. Pemantauan pemahaman teks (siswa merekam pemahamannya sebelum, ketika, dan setelah membaca).
2. Penggunaan berbagai moda selama pembelajaran (literasi multimoda)
3. Instruksi yang jelas dan eksplisit.
4. Pemanfaatan alat bantu seperti pengatur grafis dan daftar cek.
5. Respon terhadap berbagai jenis pertanyaan.
6. Membuat pertanyaan.
7. Analisis, sintesis, dan evaluasi teks.
8. Meringkas isi teks.
Menyimak karakteristik pembelajaran yang menerapkan strategi literasi, dapat disimpulkan bahwa strategi literasi dapat diterapkan dalam pembelajaran kooperatif, berbasis teks, berbasis proyek, berbasis masalah, inquiry, discovery, dan saintifik sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut.
Indikator literasi pembelajaran
Sahabat bisa menggunakan daftar cek untuk mengetahui apakah pembelajaran yang dilaksanakan memuat literasi
Daftar cek untuk mengetahui apakah pembelajaran yang kita lakukan sudah memuat literasi.
Daftar ceknya :
INDIKATOR STRATEGI LITERASI DALAM PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran:
Kelas/Semester :
Materi Pokok :
Nama Guru/email :
Alokasi Waktu :
Dalam setiap indikator, karakter (religius, nasionalis, mandiri , gotong royong, integritas)
berkelindan dengan kompetensi (berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif) sesuai dengan materi yang disajikan.
Untuk membantu peserta didik memetakan proses pemahaman mereka terhadap sebuah bacaan/informasi dalam pembelajaran dapat digunakan berbagai jenis pengatur grafis.
Daftar di bawah ini memuat beberapa contoh yang umum digunakan. Guru dan peserta didik dapat mengadopsi, mengadaptasi, dan membuat pengatur grafis sendiri sesuai dengan
kebutuhan pembelajaran di kelas.
15 menit membaca hanya pembiasaan
Berikut ini pengatur grafis yg bisa dipakai guru dalam melaksanakan pembelajaran yang memuat literasi :
Tulisan warna biru merupakan kegiatan literasi
Di situ dapat dilihat tabel yang digunakan adalah T-I-P ..
Singkatan dari Tahu - Ingin - Pelajari
Jadi saat melaksanakan pembelajaran tersebut harus menggunakan tabel grafis TIP
3. Tahu-Ingin-Pelajari
Nama: ________
Kelas: ___
Tanggal: ________
Judul Teks/Materi: _________________________________________
Bacalah judul teks!
Tuliskan informasi yang sudah kamu ketahui tentang topik tersebut (baris T)!
Tuliskan pertanyan-pertanyaan yang ingin kamu temukan jawabannya di dalam teks yang akan Kamu baca (baris I)!
Kemudian bacalah teks tersebut! Jawablah pertanyaan yang sudah kamu
buat sebelumnya untuk menunjukkan hal-hal yang sudah kamu pelajari dalam teks (P)!
Satu contoh lagi tentang penggunaan pengatur grafis sesuai materi pembelajaran
Membuat Prediksi (Pengatur Grafis nomor 2/Tabel Prediksi)
Membuat prediksi merupakan ketrampilan dasar dalam membaca yang melibatkan proses berpikir tingkat tinggi. Untuk membuat prediksi, seorang pembaca harus menggunakan informasi yang ada dan kemudian membuat inferensi. Pembaca yang baik membuat prediksi berdasarkan bukti tekstual. Bila kita menggunakan bukti untuk mendukung prediksi, kita dapat menjadi sosok yang literat.
Berikut adalah contoh teks pendek yang diikuti dengn langkah-langkah membuat prediksi.
a. Prediksi dalam teks naratif
Teks
Anang duduk di bangkunya dan menggambar tokoh Star Wars di buku catatannya ketika gurunya sedang menjelaskan tentang rantai makanan di pelajaran Biologi atau entah apa. Dia tidak terlalu ingat. Hal terakhir yang Anang ingat adalah bahwa besok akan ada tes. Anang terhenyak. Dia pulang dan langsung belajar, namun kemudian dia asyik bermain dengan Game
Box-nya. Dia bermain sampai larut malam. Ketika alarm jam di mejanya bordering, Anang terlalu lelah untuk mematikannya. Alarm berbunyi sampai 20 menit ketika kemudian Anang bangun dan bergegas bersiap ke sekolah. Seperti yang sudah dijanjikan, gurunya menjelaskan prosedur dan perintah tes, dan kemudian membagikan lembar soal. Anang membaca lembar yang dia terima dan menggaruk kepalanya…
Pertanyaan:
1) Apa yang terjadi setelah itu?
2) Bukti apa yang kamu gunakan untuk mendukung prediksi
Pengatur grafis Membuat Prediksi (nomor 2) dapat digunakan untuk mengembangkan strategi
literasi ini.
Latihan di atas didesain untuk memberikan latihan kepada peserta didik dalam membuat dan mendukung prediksi. Peserta didik harus memprediksi apa yang akan terjadi dan mendukung jawabanya dengan menggunakan bukti yang ada di dalam teks. Proses ini melibatkan ketrampilan berpikir yang kritis dan tingkat tinggi.
Contoh pengatur grafis lainnya :
Peserta didik kita akan hidup di dunia yang berbeda dengan kita ..
mereka akan menghadapi tantangan yang hebat ..
literasi pembelajara sangat penting agar peserta didik memiliki ketrampilan tingkat tinggi sebagai bekal menghadapai tantangan hidup ..
Ayo kita siapkan mereka dengan melaksanakan literasi pembelajaran berkelanjutan ..
#dikol/ GGDN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar