Minggu, 27 September 2020

BLENDED LEARNING

Mengenal Pembelajaran BLENDED LEARNING

Model blended learning mulai banyak diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah karena dianggap mampu memfasilitasi kecepatan dan kebutuhan belajar peserta didik yang beragam.

Tapi apakah blended learning itu?

❤️❤️🌷

Secara ketatabahasaan, blended learning terdiri dari dua kata yaitu, blended dan learning.

Blended berarti “campuran, bersama untuk meningkatkan kualitas agar bertambah baik”.

Learning berasal dari learn yang artinya “belajar”.

Jika kita gabungkan, blended learning dapat diartikan sebagai campuran atau kombinasi dari pola pembelajaran satu dengan yang lainnya.

Pertanyaan lanjutannya adalah: 

Apa yang dicampur?

Apakah belajar serius dicampur dengan istirahat, jadi konsepnya belajar - istirahat - belajar - istirahat ?

Atau campuran yang lain?

😄😄

Bukan ini ya....

Yang disebut dengan Blended Learning adalah proses mencampur proses pembelajarannya.

Daring dan Luring.

Online dan tatap muka langsung.



Gambaran secara general mengenai Blended Learning.

Mari kita perhatikan bersama beberapa karakteristik Blended Learning.

Karakteristik pembelajaran ‘Blended Learning’, antara lain:

1). Model blended learning menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pendidikan, gaya pembelajaran, dan menggunakan berbagai media berbasis teknologi.


2). Model pembelajaran blended learning merupakan kombinasi dari pola pembelajaran langsung (tatap muka), belajar mandiri, dan pembelajaran menggunakan sistem online.


3). Guru dan orangtua memiliki peran yang sama penting, dimana guru berperan sebagai fasilitator dan orangtua berperan sebagai pendukung.

☝️☝️☝️

Jadi memang dari Karakteristiknya sudah terlihat bahwa dalam pembelajaran Blended Learning ini lebih kaya dalam aktifitas dan memang berusaha merangkul semua aspek pembelajaran.

Ada banyak model yang dapat digunakan guru untuk mengaplikasikan pembelajaran blended learning.

Setidaknya ada 4 yang terlihat pada gambar di atas.

1). Model Rotasi (Rotation Model)


Pada model kelas ini peserta didik akan diatur untuk bergantian menempati pos-pos kegiatan pembelajaran yang telah disediakan. Misalnya akan ada pos untuk kegiatan diskusi, mengerjakan proyek, tutorial secara individual, dan mengerjakan tugas atau latihan.

Baik ... Nahh .. untuk yang nomor 1 ... Ada 4 jenis:

Berikut beberapa model kelas yang termasuk pada kategori model rotasi (rotation model):

(a). Model Kelas Station Rotation

Sesuai dengan namanya, dalam model pembelajaran ini terdapat beberapa tempat atau perhentian (station) dimana peserta didik dapat menempatinya secara bergiliran sesuai dengan kesepakatan atau arahan dari guru.

Pada salah satu perhentian (station), peserta didik dan guru dapat saling berdiskusi untuk menyelesaikan permasalahan yang ditemui oleh peserta didik.

Model pembelajaran ini sering digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar.


Pada pembelajaran blended learning, ada satu perhentian (station) dimana peserta didik belajar dan memanfaatkan teknologi untuk mempelajari bahan diskusi dalam kelas sebelum berkumpul dan berdiskusi dengan guru dalam perhentian (station) lainnya. Selain itu, tempat atau perhentian (station) juga dapat digunakan oleh peserta didik untuk berdiskusi atau bekerja menyelesaikan proyek yang ditugaskan guru. Model kelas station rotation ini sering digunakan dalam pembelajaran blended learning pada sekolah yang peserta didiknya tidak banyak yang mempunyai perangkat seperti tablet dan laptop.

(b). Model Kelas Lab/Whole Group Rotation

Berbeda dengan model kelas station rotation dimana perpindahan/perputaran yang dilakukan peserta didik masih berada dalam satu ruangan yang sama, pada model kelas lab/whole group rotation, peserta didik akan diatur untuk berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain. Salah satu ruangan digunakan untuk sesi pembelajaran secara online sedangkan ruangan yang lain digunakan untuk kegiatan yang lainnya.

(c). Model Kelas Flipped (Flipped Clasroom)

Model pembelajaran flipped classroom membalik siklus yang biasanya terjadi. Sebelum peserta didik memulai kelas, mereka akan mendapatkan pengajaran secara langsung melalui video secara online. Sehingga ketika kelas dimulai, peserta didik dapat mulai mengerjakan dan menyelesaikan tugasnya serta dapat meminta bantuan melalui kegiatan diskusi dikelas.

Berikut adalah ilustrasi dari kegiatan pembelajaran yang menggunakan model kelas flipped (flipped classroom).

(d). Model Rotasi Individu (Individual Rotation)

Pada model ini, siswa mendapatkan jadwal yang telah disesuaikan dengan masing-masing individual untuk dapat belajar secara mandiri. Jadwal ini dapat diatur baik oleh guru maupun diatur secara online. Model rotasi individu berbeda dengan model rotasi yang lainnya karena peserta didik tidak berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

2). Model Kelas Flex


Pada model kelas flex, sebagian besar pembelajaran dilakukan secara online sehingga pembelajaran bersifat sangat fleksibel. Peserta didik dapat belajar sesuai dengan kemampuan, kebutuhan dan kecepatan belajar masing-masing.

3). Model Self-Blend

Pada model ini, peserta didik dapat mengambil satu atau lebih kegiatan pembelajaran online sebagai tambahan dari kegiatan pembelajaran tatap muka yang telah dilakukan.



4). Model Enriched-Virtual

Pada model kelas ini program pembelajaran dibagi menjadi dua sesi, yaitu pembelajaran tatap muka dan pembelajaran secara online. Pada awalnya model kelas enriched-virtual sepenuhnya adalah model kelas online. Namun pada perkembangannya ditambahkan model blended learning untuk memfasilitasi peserta didik melalui pembelajaran tatap muka.

Blended Learning memang sudah dibuktikan merupakan pembelajaran efektif.

Dan andaipun kita belum bisa menjalankan di sekolah kita ...

Kata-kata mutiaranya adalah:
Minimal kita tahu 😘

Yups ...

Dan sebagai pembelajar yang berkiprah di dunia pendidikan ... 
Hal-hal seperti ini, kalau bisa kita jangan ketinggalan 'untuk tahu'. Kan ya....

#Semon_GGDN




Tidak ada komentar:

Posting Komentar